Tempat Wisata Gratis di Seoul, Korea Selatan

Seoul, Oktober 2017


Seoul adalah kota terbesar di Korea Selatan dengan penduduk lebih dari 10 juta orang. Seoul sebagai kota metropolitan juga menawarkan berbagai tempat wisata yang keren dan indah.
Berikut ini saya rangkumkan tempat-tempat wisata gratis / free admission di sekitar Seoul, Korea Selatan.

Myeongdong Cathedral

Katedral ini merupakan katedral pertama di Seoul yang diprakarsai oleh Pastor asal Perancis, Eugene Coste. Sesuai namaya katedral ini terletak di Myeongdong, dengan nama asli Jonghyeon Cathedral. Arsitektur bergaya Gothic Revival ini ramai dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara.
Myeongdong Cathedral

Alamat : 74, Myeongdong-gil, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Buka sepanjang tahun.

Cara termudah menuju Katedral Myeongdong adalah dengan Seoul Subway, ada 2 stasiun Subway terdekat dengan lokasi ini, silahkan pilih yang sesuai selera.

  • Turun di Myeongdong Station (Seoul Subway Line 4) keluar dari Exit 8 kemudian belok kiri ke jalan Myeongdong 10(sip)-gil sekitar 300 meter, sampai perempatan belok kanan ke jalan Myeongdong-gil sekitar 100 meter. Katedral Myeongdong terletak di sebelah kanan; atau
  • Turun di Euljiro 1(il)-ga Station (Seoul Subway Line 2) keluar dari Exit 5 kemudian belok kanan ke jalan Myeongdong 3(sam)-gil sekitar 250 meter, sampai perempatan ke-4 belok kiri ke jalan Myeongdong-gil sekitar 150 meter. Katedral Myeongdong terletak di sebelah kanan.

Dari Katedral Myeongdong, silahkan menjelajahi surga belanja kosmetik yang terletak seputaran jalan Myeongdong, dan dapatkan sample free, lumayan juga kalau dikumpulkan dari semua toko kosmetik di sana, cukup buat perawatan 1 bulan. Saat sore juga mulai bermunculan pelapak yang menjajakan berbagai macam kuliner yang dijamin memanjakan lidah Anda. dengan harga berkisar 1000 sampai dengan 20.000 Won.

Crispy Crab 5000 Won di Myeongdong Street Food

Sungnyemun Gate & Namdaemun Market

Sungnyemun Gate atau terkenal juga sebagai Namdaemun Gate terletak tidak jauh dari Namdaemun market, pasar kaki lima yang cukup terkenal di Seoul. Pada dasanya Sungnyemun dapat diartikan sebagai Gerbang Upacara Agung, sedangkan penyebutan Namdaemun berarti Gerbang Besar Selatan, karena memang letaknya di selatan istana-istana jaman kerajaan Joseon. Hanya saja dalam kesehariannya menjadi umum ditambahkan kata 'gate' untuk turis, sebagai penekanan arti 'gerbang', padahal kata 'mun' itu sendiri dalam bahasa Korea / China sudah berarti 'pintu/gerbang'.
Gerbang ini sempat terbakar hebat pada tanggal 10 Februari 2008 akibat ulah seseorang yang sakit hati, menghanguskan semua kayu gerbang, dan hanya menyisakan fondasi bebatuannya saja. Setelah renovasi selama 5 tahun, Sungnyemun dibuka kembali untuk umum pada 4 Mei 2013.

Sungnyemun

Alamat : 40, Sejong-daero, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Jam operasional : 09:00 - 18:00 (Juni-Agustus 09:00 - 18:30; Desember-Februari 09:00 - 17:30)
Tutup setiap hari Senin

Cara menuju ke Sungnyemun adalah dengan Seoul Subway, dan terdapat 2 stasiun yang cukup dekat dengan tempat ini; atau bisa berjalan kaki jika dari Katedral Myeongdong dan melewati pasar kaki lima Namdaemun
  • Turun di Seoul Station (Seoul Subway Line 1, Airport Rail, dan Line 4) keluar dari Exit 4 dan berjalan lurus mengikuti jalan Sejong-daero sekitar 200 meter. Sungnyemun terletak di sebelah kanan.
  • Turun di Hoehyeon Station (Seoul Subway Line 4) keluar dari Exit 5 dan berjalan lurus mengikuti jalan Toegye-ro sekitar 80 meter kemudian belok kanan ke jalan Sowol-ro sekitar 130 meter. Sungnyemun terletak di sebelah kiri.

Sedangkan untuk ke Namdaemun Market kita tinggal berjalan tidak jauh dari Sungnyemun. Di sini kita bisa menjumpai banyak pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya di sepanjang area Namdaemun dengan harga yang cukup murah. Dan juga banyak tempat makan yang murah meriah (murah meriahnya untuk yang dompetnya tebal ya, kalau saya tetap aja mahal).


Bank of Korea Money Museum & Seoul Central Post Office

Bank of Korea Money Museum merupakan museum yang dibuka untuk memperingati 50 tahun sejarah berdirinya Bank Korea. Museum ini mengoleksi lebih dari 4500 mata uang dari dalam dan luar negeri, dan bahkan uang-uang yang langka bisa kita lihat di sini. Terbagi menjadi 4 zona yang menceritakan latar belakang bank, proses peredaran mata uang, peran bank dalam pembangunan ekonomi negara, serta mata uang dari jaman kuno sampai modern.

Bank of Korea Money Museum

Alamat : 39, Namdaemun-ro, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Jam Operasional : Selasa-Minggu (10:00-17:00)
Tutup tiap hari Senin, 29 Desember - 2 Januari, Seollar (Tahun baru Imlek), Liburan Chuseok (Korean Thanksgiving Day).

Cara terdekat menuju Bank of Korea Money Museum dengan Seoul Subway adalah dengan berhenti di Hoehyeon Station (Seoul Subway Line 4) keluar dari Exit 7 dan belok kiri ke jalan Namdaemunsijang-gil sekitar 160 meter.

Korea Postage Stamp Museum
Seoul Central Post Office terletak persis di seberang depan Bank of Korea Money Museum. Dari namanya kita bisa langsung tahu bahwa ini adalah kantor pos pusat kota Seoul. Yang menarik di sini adalah kita bisa mengunjungi Korea Postage Stamp Museum (dulunya bernama Korea Stamp World). Bagi yang hobi filateri diwajibkan ke sini, karena terdapat banyak koleksi perangko dan tentunya free admission.
Seoul Central Post Office
Alamat : 70, Sogong-ro, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Jam operasional : Selasa-Minggu (09:00-18:00)
Tutup tiap hari Senin, Tahun Baru (1 Januari), Seollar (Hari Raya Imlek), Chuseok (Korea Thanksgiving Day), dan hari libur nasional Korea. Jika hari libur umum jatuh pada hari Senin, maka museum tetap buka.

Cara terdekat menuju Seoul Central Post Office jika menggunakan subway adalah turun di Myeongdong Station (Seoul Subway Line 4) keluar dari Exit 5 dan berjalan lurus sekitar 200 meter mengikuti jalan Toegye-ro kemudian belok kanan ke jalan Sogong-ro sekitar 70 meter. Seoul Central Post Office terletak di sebelah kanan.

Jika ingin naik bus, bisa turun di Seoul Central Post Office Bus Stop (Blue Bus 406), atau Shinsegae Departement Store Bus Stop (Blue Bus 406, 503, 505 / Green Bus 0014 / Red Bus 9502), atau Lotte Young Plaza Bus Stop (Blue Bus 103, 105, 143, 149, 151, 162, 201, 202, 261, 401, 500, 701 / Green Bus 7017, 7021, 7022)


Cheonggyecheon (Stream) dan Cheonggye Plaza

Kali Cheonggye atau yang sering disebut Cheonggyecheon Stream; kata 'stream' sebenarnya adalah penekanan untuk turis asing agar mengetahui bahwa tempat itu adalah kali (sungai kecil).
Cheonggyecheon merupakan sungai buatan yang awalnya merupakan kali yang kotor dengan pembuangan limbah rumah tangga. Tetapi saat ini, kali kecil yang membentang sepanjang 10,9 km melewati berbagai tempat wisata seperti Deoksugung, Seoul Plaza, Sejong Center, Insa-dong, Changdeokgung, dan Changgyeonggung menjadi pusat keramaian warga dan turis.

Chenggyecheon di malam hari
Alamat : Taepyeong-ro 1-ga, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Jam operasional : Buka sepanjang tahun

Karena Cheonggyecheon terbentang cukup panjang, maka banyak akses subway yang menuju ke sini, tapi jika ingin menjelajahi dari titik awal bisa turun di Gwanghwamun Station (Seoul Subway Line 5) keluar dari Exit 5.


Bukchon Hanok Village & Namsangol Hanok Village

Hanok Village merupakan perkampungan tradisional rakyat Korea pada jaman Dinasti Joseon. Ada banyak hanok-hanok di Korea Selatan yang dilestarikan, dan dijadikan destinasi wisata yang top. Saya akan mengulas 2 hanok di Seoul yang terdapat di Bukchon dan Namsangol.

Bukchon Hanok Village merupakan pemukiman para pejabat dan anggota kerajaan Dinasti Joseon. Bukchon berarti Kampung Utara, yang disebabkan karena kampung ini terletak di utara kali Cheonggye (Cheonggyecheon). Perkampungan di Bukchon masih tetap dipertahankan dan dihuni sampai sekarang, dimana banyak rumah-rumah penduduk tetap mempertahankan nuansa tradisional walaupun perkembangan jaman semakin maju. Ada rumah yang diubah fungsikan menjadi restoran, penginapan, dan lain sebagainya. Karena Bukchon Hanok ini masih tetap dihuni sampai sekarang, mohon jangan bikin kegaduhan saat mengunjungi tempat ini.

Alamat : 37, Gyedong-gil, Jongno-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Situs web : 
Jam operasional : Buka sepanjang tahun

Cara terbaik menuju Bukchon Hanok Village jika menggunakan Seoul Subway adalah turun di Anguk Station (Seoul Subway Line 3) keluar dari Exit 1 atau 2 dan berjalan lurus ke utara sekitar 300 meter. Jika menggunakan Maeul Bus Jongno 02, bisa turun di Bukchon Hanok Village Bus Stop.
                                                                                                                          

Lain halnya dengan Namsangol Hanok Village, karena kebanyakan rumah tradisional di sana dialihfungsikan menjadi museum. Di sini kita bisa melihat rumah-rumah keluarga bangsawan pada jamannya beserta peralatan masak, dapur, kamar tidur, dan lain sebagainya. Serasa jadi pemeran drakor Dinasti Joseon.
Namsangol Traditional Garden Site Map
Memperingati 600 tahun kota Seoul, di titik tertinggi Namsangol ini dikuburkan sebuah kapsul waktu pada tanggal 29 November 1994 yang rencananya akan digali 400 tahun mendatang pada tanggal 29 November 2394 dengan prasasti dari walikota/gubernur di dunia, salah satunya mantan gubernur DKI Jakarta, Bpk.Surjadi Soedirdja. Tempat ini sekaligus menjadi tempat edukasi murid-murid sekolah di Korea Selatan sejak dini. Tampak banyak rombongan pelajar setara SD yang mengunjungi lokasi ini.

Lokasi penguburan kapsul waktu dengan prasasti walikota/gubernur di dunia
Alamat : 28, Toegye-ro 34-gil, Jung-gu, Seoul
Tiket masuk : Gratis
Jam operasional : April-Oktober 09:00-21:00; November-Maret  09:00-20:00
Tutup setiap hari Senin.

Cara terbaik menuju ke Namsangol Hanok Village jika menggunakan subway adalah turun di Chungmuro Station (Seoul Subway Line 3 dan Line 4) keluar dari Exit 3 atau 4.

                                               -----------------------------------------------

Sebenarnya masih banyak tempat wisata gratis lainnya, tetapi karena saya sendiri belum menjelajahi semuanya, jadi saya tidak bisa mengulas panjang lebar tempat yang lain. Semoga ada kesempatan mengunjungi Seoul lagi agar saya bisa menambah list tempat wisata gratis di sini.



Welcome to Ho Chi Minh City, Vietnam

Day 1 : 30 September 2015

Pesawat Airasia yang kami tumpangi take off dari KLIA2 tepat pukul 07.05 (waktu Malaysia yang lebih cepat 1 jam dibanding Vietnam) dan landing di Tan Son Nhat International Airport (IATA Code: SGN) sekitar pukul 08.20 waktu setempat. 
Tan Son Nhat International Airport

Setelah keluar dari imigrasi, segera kami mencari konter taksi yang bertebaran di area bandara. Harga taksi (kebanyakan menggunakan mobil kijang innova, dengan letak setir di sebelah kiri, karena jalan di Vietnam menggunakan lajur sebelah kanan) adalah 180.000 VND pada pukul 07.00-10.00, lewat dari itu harganya naik menjadi 200.000 VND per pengantaran ke daerah sekitar Ho Chi Minh City.
Lobby Thao Nhi Hotel di Distrik 1 Pham Ngu Lao

Jarak dari bandara ke daerah Pham Ngu Lao di distrik 1 sekitar 8 km. Tidak terlalu jauh memang, tapi arus lalu lintas yang cukup macet membuat perjalanan agak lama. Demikian juga kondisi jalan raya yang cukup semerawut. Harap hati-hati jika menyeberang, karena lalu lintasnya super kacau jika dibanding Jakarta.
Standart Room at Thao Nhi Hotel





Sopir taksi cukup bersahabat, walaupun ada kendala bahasa. Kami diantar sampai di jalan utama, tetapi karena hotel Thao Nhi berada di dalam jalan kecil yang tidak bisa dilalui mobil, sopir turun dari mobil dan mengantar kami sampai depan hotel.




Thao Nhi Hotel 
185/20 Pham Ngu Lao Street, Distric 1, HCM City
Telp: (84.8)39201262 | (84.4)38360020
Fax : (84.4) 38372282
E-mail : thaonhihotel@hcm.vnn.vn

Setelah check-in di hotel dan beristirahat sejenak, segera kami mencari makan di sekitar hotel. Harga 60.000 VND kami rasa cukup mahal, karena hanya berupa warung kecil di dalam gang dekat hotel. Padahal di papan harga jelas tertulis 45.000 VND per porsi.
Vietnamese Street Food

Dari sana kami berjalan mencari agen travel, dan memesan Mekong Delta One Day Tour seharga 10 USD atau sekitar 220.000 VND (include makan siang), Cu Chi Tunnel Half Day Tour seharga 10 USD (include tiket masuk), dan tiket bus ke Mui Ne seharga 7 USD. 

Sisa waktu hari ini kami pergunakan untuk City Tour dengan berjalan kaki. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Ho Chi Minh City. Berikut beberapa yang sempat kami kunjungi sepanjang sore hingga malam ini.

  • WAR REMNANTS MUSEUM
Salah satu museum yang cukup terkenal di Ho Chi Minh City adalah War Remnants Museum. Museum sisa perang Vietnam ini dikenai tiket masuk seharga 15.000 VND berupa stiker yang ditempel di baju kita untuk keperluan kontrol petugas museum dengan jam buka 07.30-11.30 dan 13.20-16.30.
Bagian luar War Remnants Museum, District 3, Ho Chi Minh City

Di sini terdapat 2 bagian museum, yaitu outdoor dan indoor. Di luar kita bisa melihat dari dekat kendaraan-kendaraan peninggalan perang Vietnam seperti tank, pesawat tempur, pesawat angkut, dan lain sebagainya.

28 Vo Van Tan, Ward 6, District 3, HCMC
Phone: (+84) 8 3930 5587 - (+84) 8 3930 6664
Fax: (+84) 8 3930 2340
Website:http://warremnantsmuseum.com
Email:info@warremnantsmuseum.com

Sedangkan di dalam ruangan 4 lantai, kita bisa melihat sisa-sisa kekejaman perang Vietnam dari foto-foto yang tertata rapi. Begitu juga dengan senapan, mesiu, peluru yang tersisa. Dan yang cukup menyita perhatian saya adalah 2 bayi/janin yang cacat dan diawetkan dalam cairan formalin.
Bayi/janin cacat akibat Agent Orange yang diawetkan dalam cairan formalin

Di sini kita bisa belajar bijak bahwa tidak ada satu hal yang baik yang bisa kita dapatkan dari perang, kecuali penderitaan, kehancuran, kekejaman, egoisme, dan segala hal buruk lainnya. Banyak warga sipil yang menjadi korban kekejaman perang, seperti generasi sekarang yang banyak terlahir cacat akibat penggunaan serbuk kimia Agent Orange.

  • NOTRE-DAME CATHEDRAL
Katedral yang terletak di pusat kota ini dibangun oleh kolonialis Perancis pada tahun 1863 sampai tahun 1880 memiliki dua menara lonceng setinggi 58 meter. Pada tahun 1962, Paus Yohanes XXIII menganugerahkan status Basilika kepada gereja ini sehingga dikenal juga sebagai Basilika Katedral Notre-Dame Saigon atau Basilica of Our Lady of The Immaculate Conception
Katedral Notre-Dame Saigon

Sekarang, selain berfungsi sebagai tempat ibadah, bangunan katedral ini juga menjadi daya tarik utama wisatawan. Di depan gereja ini terdapat sebuah patung Bunda Maria. Dari pagi hingga malam, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.
Bagian samping Katedral Notre-Dame

Di samping gereja ini terdapat taman kota yang cukup sejuk, kantor pos Saigon yang cukup terkenal, dan The Independence Palace juga terletak tidak jauh dari sini.

  • SAIGON CENTRAL POST OFFICE
Saigon Central Post Office terletak di tengah kota dekat Katedral Notre-Dame yang dibangun pada akhir abad ke-19 (1886-1891) oleh pemerintahan kolonialis Perancis. Dirancang oleh Auguste Henri Vildieu dan Alfred Foulhoux, tetapi sering keliru dikreditkan sebagai karya Gustave Eiffel.
Buu Dien / Saigon Central Post Office

Kantor pos ini masih berfungsi sampai sekarang, dengan aktivitas pengiriman kartu pos wisatawan yang ramai setiap hari. Kita bisa membeli kartu pos maupun cinderamata di sini kemudian dikirim ke alamat yang kita inginkan.
Kesibukkan di dalam Kantor Pos Saigon

Bangunan ini sangat besar dengan bentuk kubah setengah lingkaran yang memanjang, dan di luarnya ada sebuah jam yang sangat besar.

  • THE INDEPENDENCE PALACE (Reunification Palace)
The Independence Palace adalah bangunan untuk memperingati kemerdekaan Vietnam dari kolonialisme Perancis. Tetapi setelah direnovasi pada sekitar tahun 1970, bangunan ini diganti menjadi Reunification Palace untuk memperingati bersatunya Vietnam Selatan dengan Vietnam Utara.
The Independence Palace / Reunification Palace

Bangunan yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan dan persatuan Vietnam ini wajib dikunjungi. Hanya sayangnya saat kami sampai di sana sudah tutup, karena jam buka adalah dari pagi hingga pukul 17.00 saja. Tiket masuk dari info yang kami ketahui adalah 20.000 VND.

  • BEN THANH MARKET
Ben Thanh Market adalah pasar yang terkenal di Ho Chi Minh City. Banyak pedagang dengan berbagai jenis barang lengkap tersedia di sini. Kami tiba di sini saat hari sudah gelap, beberapa pedagang terlihat sudah mulai mengemasi barang dagangan mereka. Walaupun begitu, pasar ini masih tetap ramai sampai malam.
Cho Ben Thanh (Ben Thanh Market)

Jika ingin berbelanja di sini, jangan lupa untuk menawar. Dan juga perhatikan barang yang akan di beli, karena banyak yang curang jika kita tidak hati-hati. Kami sendiri tertipu ketika hendak membeli buah lengkeng. Ketika mencoba kami dikasih sampel yang bagus dan enak, tetapi saat kami membeli dikasih lengkeng jenis lain, yang kurang enak.


Selain tempat-tempat yang kami kunjungi di atas, masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi di seputaran Ho Chi Minh City, diantaranya:
  • MINH PHUNG NIGHT MARKET
  • THIEN HAU TEMPLE
  • GOLDEN DRAGON WATER PUPPET THEATRE
  • ZOO AND BOTANICAL GARDENS
  • ART MUSEUM
  • WOMAN'S MUSEUM
  • VIETNAM QUOC TU PAGODA
  • XA LOI PAGODA
  • HISTORY MUSEUM
  • TON DUC THANG MUSEUM
  • HO CHI MINH MUSEUM
  • REVOLUTIONARY MUSEUM


Tips:
  1. Jangan mudah tertipu dengan dengan pedagang-pedagang jalanan yang seolah baik menawarkan bantuan. Kami pernah tertipu dengan seorang pedagang kelapa pikul. Awalnya kami di hampiri sambil menanyakan tujuan kami, dan sambil bercerita dia bilang mau pulang, dan akan menunjukkan jalan kepada kami. Kami ditawari makan sisa kelapanya, gratis. Tapi kami bersikeras bayar, dia bilang 15.000 VND (fifteen thousand dong) perbiji, tapi setelah minum, kami dipaksa membayar 50.000 VND (fifty thousand dong).
  2. Untuk keliling kota Ho Chi Minh City bisa sewa motor (kalau berani), soalnya kalau jalan kaki lumayan tidak akan habis dikelilingi dalam sehari. Hanya harus ekstra hati-hati karena di Vietnam jalur kendaraan menggunakan jalur kanan sehingga sering menjadi kendala. Demikian juga arus kendaraan yang cukup kacau di sana.
  3. Beberapa tempat sering harga paket tour sangat mahal, untuk itu kita harus berani menawar dengan harga yang wajar. Atau bisa membandingkan harga tur di agen travel yang lain.

Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND dari HotelQuickly, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.

                                                                     Next >>> Day 2 : Mekong Delta One Day Tour

Vietnam Mekong Delta Full Day Tour

Day 2 : 1 Oktober 2015

Pukul 07.45 kami sudah bersiap-siap di lobby hotel menunggu jemputan tur. Bus sudah menjemput sebelum jam 8, dan setelah menjemput peserta yang lain, bus berangkat ke My Tho pukul 08.25.


Chua Vinh Trang, My Tho

Jarak dari Ho Chi Minh City ke My Tho Tourist Boat Station sekitar 70 km dengan waktu tembuh sekitar 2 jam termasuk 1 kali pemberhentian untuk ke toilet di sebuah pusat kerajinan tangan (handicapped) dari kulit telur dan tanduk sapi. Kebanyakan karyawan di sana merupakan korban yang lahir dalam kondisi cacat akibat agent orange, sejenis bubuk kimia beracun semasa perang Vietnam.
Chua Vinh Trang, My Tho

Pukul 10.25 kami sampai di Chua Vinh Trang (Vinh Trang Temple) dan dikasih waktu 20 menit untuk masuk dan berfoto di sana. Terdapat tiga patung besar yang menjadi daya tarik di sana.


Chua Vinh Trang

Dari sana kami menuju tepian sungai Mekong di My Tho Tourist Boat Station. Kurang dari jam 11 kami sudah sampai, dan diarahkan naik boat yang telah disediakan. Grup kami langsung berpindah ke boat, yang tempat duduknya hampir sama dengan jumlah seat di bus.
Chua Vinh Trang

Dengan boat inilah kami berkeliling ke pulau-pulau di tepi sungai Mekong. Tujuan pertama adalah pulau dimana penduduk di sana beternak lebah, dan dijadikan salah satu tujuan wisata. Di sini kami disuguhkan teh dengan madu, jeruk kunci, bee pollen. Sekaligus camilan berupa keripik pisang madu dan permen kacang.
Chua Vinh Trang

Dari sana kami naik lagi ke boat dan diantar ke tempat pembuatan permen kelapa atau yang dikenal dengan Coconut Candy, permen yang hampir sama dengan permen gula kabung khas pulau Bangka. Hanya di sini, ditambahkan berbagai rasa dengan aroma santan yang cukup kental dan tambahan kacang tanah.
Chua Vinh Trang

Di sekitar tempat ini banyak yang menjual berbagai sovenir dari kerajinan kelapa dan tanduk sapi. Puas melihat-lihat (karena tidak ada duit beli, jadi cukup lihat saja) kami diantar ke belakang dengan berjalan kaki, ke sebuah pondok di mana kami menikmati musik tradisional Vietnam dengan sajian buah-buahan segar.

My Tho Tourist Boat Station

Dari sana kami berjalan lagi lebih ke dalam, ke area muara anak sungai Mekong, dari sana kami diajak naik ke kapal yang ukurannya kecil, hanya muat 4 penumpang ditambah 2 orang yang mengayuh kapal ini menyusuri anak sungai sampai ke boat besar kami yang terparkir di tepi sungai Mekong. Sayangnya saat kami menyusuri anak sungai ini, kondisi air sedang surut sehingga airnya sangat keruh dan alirannya sempit, berikut bau rawa-rawa.
Pembuatan permen kelapa

Setelah sampai di boat besar, hari sudah hampir jam 1 siang. Segera kami diantar ke  Con Phung untuk makan siang. Hidangan langsung disediakan begitu kami tiba dan duduk di meja makan  dengan menu nasi, daging, spring rolls, tumis buncis, dan semangkok sop makaroni dengan labu, tanpa disediakan minum. Jika kita ingin memesan minum dan tambahan lauk yang lain, harus bayar masing-masing. Di sini tersedia berbagai menu seperti berbagai jenis seafood, ikan gurame, hingga yang ekstrim seperti daging burung unta, belut, ular, kura-kura, hingga buaya. 
Con Phung

 Restoran ini cukup luas dengan area terbuka seperti taman bunga, kolam buatan, serta kandang penangkaran buaya. Cukup indah menurut saya. Setelah beristirahat, kami kembali naik boat dan diantar kembali ke My Tho Tourist Boat Station, sesampainya di dermaga pukul 15.00 kami diantar pulang kembali ke Ho Chi Minh City. Tetapi yang ikut Two Day Tour akan diantar ke hotel di sekitar sana kemudian besoknya mereka akan ke floating market di Can Tho.



Sampai di boat utama
Kami tiba di Ho Chi Minh City sekitar pukul 17.00, dan sekalian mencari makan Pho Bo, Bo Kho di Pho Quynh karena harganya cukup murah dengan porsi yang besar, sekaligus berjalan di area taman Pham Ngu Lao. Buat yang ingin menjaga kebugaran, bisa memanfaatkan public area di sana yang cukup luas dengan berbagai peralatan olahraga yang bisa dimanfaaatkan secara gratis.


Hoa Nhan, tempat menikmati teh madu yang segar
Dengan kapal kecil menyusuri anak sungai


Tips:
  1. Jika cuaca cukup panas, sediakan payung lipat atau topi
  2. Harga Mekong Delta Full Day Tour adalah 10 USD/pax (include makan siang)
  3. Suasana yang paling bagus saat menyusuri anak sungai adalah waktu pasang.

Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND dari HotelQuickly, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.

<<< Prev : Day 1                          Next >>> Day 3 : Cu Chi Tunnel Tour

Cu Chi Tunnel, Terowongan Peninggalan Perang Vietnam

Day 3 : 2 Oktober 2015

Setelah mandi , kami check out dari Thao Nhi Hotel dan berangkat ke agen travel. Hari ini kami akan ikut half day tour ke Cu Chi Tunnel, yang telah kami beli sebelumnya seharga 10 USD / pax (include tiket masuk ke Cu Chi Tunnel). Tas kami titip di agen travel yang bersangkutan.


HTM Cu Chi Tunnel = 90.000 + 20.000 VND

Terowongan ini terletak sekitar 53 km arah barat laut Ho Chi Minh City dan sangat terkenal karena panjang terowongan yang mencapai 250 km yang digali oleh Vietkong semasa perang Vietnam. Terowongan ini merupakan terowongan terrumit yang pernah dibuat oleh manusia.


Lubang masuk terowongan

Perjalanan memakan waktu hampir 2 jam karena sebelumnya singgah dulu di pusat kerajinan tangan, dimana para karyawannya merupakan mereka yang lahir cacat akibat dampak agent orange, bubuk kimia beracun semasa perang.


Kerajinan tangan dari kulit telur

Kami tiba di tujuan pada pukul 10.20, dan setelah tour guide membeli tiket masuk seharga 110.000 VND (yang terbagi menjadi 2 tiket yang masing-masing seharga 20.000 VND dan 90.000 VND) kami dibagikan tiket dan mengantri masuk ke dalam hutan.


Tank peninggalan perang Vietnam


Hutan ini cukup ramai oleh turis, dengan spot-spot yang cukup banyak, kami tidak perlu mengantri untuk mendapatkan penjelasan dari tour guide kami. Mulai dari lobang masuk terowongan yang cukup tersamar di antara dedaunan, dan kami dikasih kesempatan untuk berperan sebagai Vietkong.
Salah satu pintu keluar terowongan


Lobang masuk terowongan cukup sempit, hanya sekitar 40 cm x 30 cm, tapi cukup lebar untuk Vietkong yang berat badannya rata-rata 45 kg. Tapi mustahil bagi US Army untuk masuk mengingat badan mereka yang cukup besar. Beberapa turis dari Amerika maupun Eropa beberapa kali kesulitan keluar dari lobang terowongan.
Fighting Bunker yang diperlihatkan kepada pengunjung


Demikian juga terdapat ventilasi penyamaran berbentuk seperti gundukan sarang semut untuk keperluan oksigen di dalam terowongan. Ada juga fighting bunker, tempat Vietkong melancarkan aksi mereka secara mendadak tanpa ada tentara musuh yang menyadarinya.
Ventilasi untuk sirkulasi udara dalam terowongan



Lubang-lubang perangkap juga tersebar di mana-mana, dan hanya Vietkong yang mengetahuinya, karena jika luput 1 langkah saja, mereka tentu akan kehilanggan nyawa. Berbagai jenis perangkap dibuat dengan cara yang sederhana, tapi mematikan.
Berbagai perangkap mematikan

Selain itu, terowongan yang masih terawat sekitar 150 km, tentu banyak tempat yang lain yang bisa kita lihat. Ada ruang perawatan, yang kebutuhan listrik didapat dengan menggunakan sepeda sebagai penggerak. Ada ruang penyimpanan amunisi yang didapat dari tentara musuh, dan bengkel untuk mengolah dan membuat kembali senjata dari rampasan musuh. Terdapat juga dapur dan sumber air yang terhubung dengan sungai.
Lapangan menembak

Di tengah hutan juga terdapat tank peninggalan tentara Amerika. Untuk yang hobi menembak, bisa membeli peluru dari berbagai jenis senapan. Minimal pembelian 10 pcs peluru untuk masing-masing jenis.
Daftar harga amunisi berbagai jenis senapan
Harganya cukup mahal. 

Sebagai contoh, harga amunisi senapan mesin AK47 adalah 40.000 VND/bullet, minimal beli 10 bullets sudah 400.000VND, sekali tembak, pencet belum sampai sedetik sudah habis.


Di dekatnya ada pondok yang mengolah beberapa makanan khas semasa perang, seperti rice paper untuk membuat spring rolls khas Vietnam.


Sekitar pukul 12.15 kami sampai di sebuah pondokan yang menyediakan teh hangat dan singkong rebus dengan pelengkap berupa gula, garam, dan kacang tanah yang ditumbuk halus. Beberapa turis tidak berminat makan, mungkin tidak sesuai selera, jadilah kami yang menghabiskannya dalam sekejap. Entah enak, entah lapar, perbedaannya terlalu tipis. Hahaha.
Makan siang pengganjal perut





Sebelum keluar, kami disuguhkan tayangan dokumentasi seputar perang Vietnam. Setelah itu bus membawa rombongan kami kembali ke Ho Chi Minh City. Sampai di sana pukul 14.30, perut sudah lapar, jadi kami berjalan ke Pho Quynh dan mengisi perut. Setelah makan, kami buru-buru kembali ke agen travel.
Dokumentasi perang Vietnam


Sampai di sana pukul 15.20, kami ternyata ditinggal bus tujuan Mui Ne. Semula kami mengira bus berangkat pukul 15.30, tapi ternyata setelah lihat nota tiket tertulis pukul 15.00. Jadi kami terpaksa membeli lagi tiket ke Mui Ne seharga 130.000 VND yang berangkat jam 8 malam.


Padahal di dekat sana ada kantor Futa Line Bus yang berangkat pukul 17.30 dengan harga tiket yang lebih murah. Sayangnya tiket tidak bisa direfund. Terpaksa kami mencicipi Bia Saigon, bir khas Saigon di samping agen travel sambil menunggu keberangkatan bus.

Jarak dari Ho Chi Minh City ke Mui Ne sekitara 200 km dengan waktu tempuh hampir 5 jam. Alhasil kami sampai di hotel tengah malam, untung pemilik hotel bersedia menunggu kami.


Tips:

  1. Semua harga tour dapat ditawar, jadi usahakan banyak bertanya.
  2. Sebaiknya beli bekal sarapan maupun makan siang selama ikut Cu Chi Tunnel Half Day Tour, agar tidak kerepotan mencari makan.
  3. Banyak agen tiket bus ke berbagai tujuan di Vietnam. Jangan malu bertanya berbagai pihak perusahaan bus, karena selisih harga lumayan buat ongkos makan.
  4. Jangan takut perjalanan jauh dengan bus karena hampir rata-rata bus di Vietnam berupa sleeping bus yang cukup nyaman.

Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND dari HotelQuickly, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.


<<< Prev : Day 2                         Next >>> Day 4 : Ham Tien & Mui Ne




Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."