Showing posts with label Jokowi. Show all posts
Showing posts with label Jokowi. Show all posts

Beredarnya Surat Palsu, Jokowi Tak Akan Tempuh Jalur Hukum

Surat yang disebut berasal dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk Jaksa Agung Basrief Arief
JAKARTA - Beredar surat penangguhan pemanggilan Kejaksaan Agung yang mengatasnamakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kuasa Hukum Jokowi for Presiden 2014, Todung Mulya Lubis mengatakan pihaknya tidak akan membawa hal tersebut ke jalur hukum atau kepolisian.

"Kita belum akan sejauh itu (untuk melaporkan ke polisi)," kata Todung kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/5/2014). 

Kendati demikian, untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang kembali, Todung akan memberi peringatan ke pihak lain. Ia akan mengimbau kepada pendukung Jokowi untuk tidak menyalahgunakan tanda tangan maupun identitas lain Jokowi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya telah mengonfirmasi kebenaran berita itu langsung kepada Jaksa Agung Basrief Arief dan Jokowi.

"Jaksa Agung bilang tidak pernah memanggil Jokowi sebelumnya. Jokowi juga bilang tidak pernah menulis surat itu," kata Todung. Kepada Todung, Jokowi mengatakan, semua hal yang ada di dalam surat itu adalah rekayasa. Kliennya juga menyayangkan tindakan oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

Sekedar informasi, sebelumnya beredar sebuah surat dari Jokowi yang ditujukan kepada Jaksa Agung. Ini isi surat tersebut:

"Sehubungan dengan surat panggilan kepada Gubernur DKI Jakarta dari Kejaksaan Agung dengan nomor surat B-984/F.2/Fd1/05/2014 Pidsus 5B tertanggal 12 Mei 2014 yang ditandatangani oleh Direktur Penyidikan selaku penyelidik, perihal pemanggilan Gubernur DKI Jakarta terkait dengan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan armada bus busway tahun anggaran 2013 oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 

Bersama ini, kami memohon untuk dapat diberikan penangguhan proses penyidikan sampai selesainya Pemilu Presiden untuk menjaga stabilitas politik nasional. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami sampaikan terima kasih".

Surat itu dilengkapi dengan burung garuda, kop surat gubernur, dan tanda tangan Jokowi dengan tanggal 14 Mei 2014.


Sumber: Kompas

Penulis: Kurnia Sari Aziza
Editor: Hindra Liauw

Golkar Buka Peluang Dukung Jokowi-JK jika Prabowo-Hatta Kalah

Tantowi Yahya
JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, partainya membuka peluang untuk meninggalkan koalisi yang dibangun dengan oleh Partai Gerindra jika pasangan yang mereka usung, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, kalah dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014. Partai Golkar bisa saja masuk dalam pemerintahan dengan masuk ke koalisi yang dipimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di parlemen.
"Koalisi itu terbagi menjadi dua, yakni koalisi di pilpres dan koalisi di parlemen. Bukan suatu hal yang baru jika Golkar kemudian bergabung ke dalam pemerintahan terpilih dalam koalisi di parlemen," kata Tantowi di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/5/2014) malam.
Pada Pemilu 2004, Golkar mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden Wiranto-Salahudin Wahid. Pasangan itu kalah dan Golkar akhirnya bergabung dengan gerbong partai pendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla di parlemen. Pada Pemilu 2009, Golkar mengusung pasangan Jusuf Kalla- Wiranto yang kembali kalah, sehingga di parlemen akhirnya Golkar bergabung dengan pemerintahan SBY-Boediono.
"Sekarang apakah Golkar akan bergabung dengan partai atau pemerintahan yang terpilih, sangat terbuka kemungkinan untuk itu. Politik itu semua peluang, semua kemungkinan bisa terjadi," ujarnya.

Sumber: Kompas


Penulis: Ihsanuddin
Editor: Laksono Hari Wiwoho

Akhirnya Visi Misi Jokowi Dipaparkan Secara Gamblang

Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo memberikan sambutan saat acara deklarasi di Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Jakarta, Rabu (14/5/2014). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa akan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2014 pada 9 Juli 2014 mendatang.
JAKARTA -- Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo selalu mengelak jika ditanya soal visi misinya kalau terpilih sebagai presiden RI. Ia hanya sempat mengungkapkan, salah satu program besarnya yaitu revolusi mental. Lainnya, Jokowi memilih untuk menyimpan rapat visi misinya dan berjanji akan menyampaikannya pada waktu yang tepat.

Saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/5/2014), di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta itu secara gamblang memaparkan apa yang akan dilakukannya jika menjadi orang nomor satu di republik ini.

Berikut sejumlah program yang dipaparkan Jokowi sebagai visi misinya:

1. Pendidikan
Di sektor pendidikan, Jokowi menekankan pada revolusi mental. Menurutnya, revolusi mental akan efektif bila diawali dari jenjang sekolah, terutama pendidikan dasar. Menurutnya, siswa SD seharusnya mendapatkan materi tentang pendidikan karakter, pendidikan budi pekerti, pendidikan etika sebesar 80 persen. Sementara itu, ilmu pengetahuan cukup 20 persen saja.

"Jangan terbalik seperti sekarang. Sekarang ini anak-anak yang kecil dijejali dengan Matematika, Fisika, Kimia, IPS. Sehingga yang namanya etika, perilaku, moralitas tidak disiapkan pada posisi dasar," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, porsi materi ilmu pengetahuan diperbesar pada tingkat SMP. Meski porsi ilmu pengetahuan diperbesar, Jokowi mengatakan, materi pendidikan karakter, budi pekerti, dan etika harus lebih besar. Ia menggambarkannya dengan persentase 60-40 persen untuk pendidikan karakter.

Jokowi mengatakan, porsi besar untuk materi tentang ilmu pengetahuan baru diberikan di jenjang SMA. Besarnya, kata dia, mencapai 80 persen. Pada tahap SMA, porsi untuk pendidikan karakter, budi pekerti, dan akhlak cukup 20 persen saja.

Selain itu, ia juga ingin meningkatkan jumlah SMK. Menurutnya, negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea, dan Jerman adalah negara-negara yang punya banyak SMK.

"Peningkatan jumlah SMK adalah salah satu yang penting. Karena keterampilan semua ada di sana. Karena di situ ada teknologi, di situ ada keterampilan, di situ ada skill yang dibangun," ucap Jokowi.

Ia yakin, jika semua hal di atas dilakukan, akan muncul generasi yang memiliki sikap mental dan budaya kerja yang baik, serta penuh daya saing, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas bagi bangsa dan negara.

"Karena percuma kekayaan alam yang besar jika tidak dibarengi dengan produktivitas, serta daya saing bagi SDM yang ada di dalamnya. Tanpa revolusi mental, tanpa budaya kerja yang sudah tertanam sejak kecil, saya kira sulit juga untuk membangun sebuah daya saing dan produktivitas," papar Jokowi. 

2. Pertanian
Di sektor pertanian, Jokowi menilai, Indonesia kehilangan orientasi untuk membangun sektor ini. Indonesia, kata dia, tak pernah lagi memunculkan varietas-varietas unggul. Bahkan, menurut Jokowi, satu hektar lahan pertanian di Indonesia hanya dapat menghasilkan maksimal 4,5 ton, sementara di negara lain bisa mencapai 8-9 ton.

"Mestinya kalau sudah ditentukan ingin memajukan pangan, infrastrukturnya dibangun. Bendungan dan segala sistem irigasinya harus disediakan. Yang berkaitan dengan pupuk, pestisida, semuanya harus disiapkan. Riset harus menjadi kunci utama, dan diberi anggaran yang besar sehingga kita akan bisa memunculkan kembali varitas-varitas unggul," katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti banyaknya lahan-lahan pertanian yang terkonversi menjadi perumahan, industri, dan pertambangan. Menurutnya, hal tersebut adalah kesalahan karena Indonesia saat ini membutuhkan banyak lahan untuk sawah dan ladang baru. Tak hanya itu, ujarnya, infrastruktur pendukung lahan pertanian seperti waduk dan bendungan juga harus diperbanyak.

"Pernah tidak mendengar kita bangun waduk dan bendungan baru? Padahal dalam perencanaan kita bisa bangun 70-an waduk per tahun. Tetapi tidak dilaksanakan karena kita kehilangan disorientasi," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti mahalnya ongkos produksi karena petani bergantung pada pupuk dan pestisida kimia.

"Harusnya petani disediakan pupuk dan pestisida gratis sehingga mereka tidak terbebani biaya," katanya.

Jokowi juga menyoroti keberadaan terminal agro. Menurutnya, terminal agro sudah seharusnya berada di setiap kabupaten. Ia menilai, menambah keberadaan terminal tersebut akan dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian, seperti yang dilakukan Thailand. 

"Terminal agro jangan hanya gedung saja. Saya lihat di Dubai dan Abu Dhabi, 80 hektar lahan digunakan hanya untuk tempat penyimpanan logistik pertanian saja. Mestinya di setiap daerah ada yang seperti itu," ujar Jokowi.

"Sebanyak apa pun panen yang melimpah ruah, tidak akan berarti kalau tidak disiapkan industi pasca panen. Inilah yang harus diluruskan, karena ketika kita menyuruh petani untuk menanam, maka harus disiapkan pula industri pasca panennnya," katanya lagi.

3. Kelautan
Di bidang kelautan, Jokowi menyoroti kalah bersaingnya nelayan-nelayan lokal karena ketertinggalan dalam bidang teknogi dibanding nelayan-nelayan asing. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga ikan di pasaran.

"Kapal-kapal negara lain yang masuk ke laut kita sudah komplet. Ada kapal sepuluh, yang sembilan nangkap, yang satunya untuk pengalengan. Langsung dikalengkan. Kenapa kita tidak bisa seperti itu. Padahal sebenarnya bisa," kata Jokowi.

Ia berjanji, jika terpilih sebagai presiden akan menyediakan kapal-kapal modern untuk para nelayan, yang disertai dengan pelatihan bagi para nelayan.

"APBN kita gede banget, hampir Rp 1.700 triliun. Berapa sih biaya beli kapal? Murah sekali. Dan berikan nelayan pelatihan, jangan yang gratisan karena itu tidak mendidik. Saya paling tidak setuju dengan yang gratisan," ujarnya.

4. Energi
Di bidang energi, Jokowi menyoroti besarnya subsidi BBM dan subsidi listrik. Menurutnya, daripada terus-terusan memberikan subsidi BBM, lebih baik memaksimalkan gas dan batubara yang jauh lebih murah.

"Contohnya untuk listrik. Subsidi listrik itu mencapai Rp 70 triliun. Tapi kenapa listrik pakai BBM, kenapa tidak pakai batubara?" kata Jokowi.

Jokowi mencurigai, selama ini ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari besarnya subsidi BBM dan listrik. Hal itu yang dinilaiya menjadi penyebab dilakukannya kebijakan yang sebenarnya lebih banyak merugikan kas APBN itu.

"Kenapa harus kita lakukan terus menerus? Karena ada yang mengambil keuntungan besar dari sana. Dan keuntungannya itu dibagi-bagi. Saya sudah tahu. Dulu waktu di Solo belum tahu. Tapi setelah di Jakarta jadi tahu semuanya," kata mantan Wali Kota Solo itu.

"Kalau BBM bisa dikonversi ke gas atau batubara, kita akan bisa menghemat anggaran hingga Rp 70 triliun per tahun. Jadi ada efisiensi anggaran," lanjutnya.

5. Infrastruktur
Di bidang infrastruktur, Jokowi menyoroti masih kurangnya pengembangan infrastruktur di laut, pengembangan bandara, maupun penambahan jalur kereta api. Untuk infrastruktur laut, ia menilai, jika dapat dimaksimalkan, maka ke depannya tidak ada lagi ketimpangan harga antara daerah yang satu dengan yang lain. Ia mengistilahkan konsep pembagunan infrastruktur laut yang akan ia lakukan dengan istilah "tol laut".

Menurutnya, tol laut adalah penyediaan kapal-kapal berukuran besar untuk pengangkutan antarpulau dalam waktu yang sesering mungkin.

"Jadi tol laut ini modalnya hanya kapal. Bukan bangun tol di atas laut. Jadi tol laut itu pengangkutan pakai kapal dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi bolak-balik. Ini akan mempermudah manajemen distribusi logistik, sehingga harga-harganya akan lebih murah," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan bahwa tol laut adalah konsep distribusi jalur laut yang menghubungkan lima pelabuhan besar, yakni Pelabuhan Belawan (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong (Papua Barat).

"Jadi harus ada penyediaan kapal besar, dari Sumatera langsung ke Papua, Papua ke Sumatera. Kalau ada kapal besar, ongkos angkutnya akan menjadi kecil dan murah, karena ngangkutnya langsung banyak. Jadi tidak akan ada lagi harga semen di Jawa Rp 50 ribu, di Papua Rp 1 Juta," ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan distribusi sapi dari NTT dengan yang ada di Australia. Ia menilai, secara kualitas, sapi NTT tidak kalah dibanding sapi Australia. Kekurangan yang terjadi selama ini hanya terletak pada ketiadaan kapal pengangkut sapi yang berukuran besar.

"Kalau dari NTT, ngangkutnya pakai kapal kecil-kecil. Sebenarnya sapi di sana tidak kalah kualitasnya dibanding sapi Australia. Tapi ongkos biaya angkutnya yang mahal, bisa sampai 50-60 persen. Kiriman sapi dari Australia, sekali angkut bisa sampai 30 ribu sapi di dalam satu kapal. Kapal besar itu yang kita tidak punya," katanya.

"Kalau ada tol laut ini, akan mempermudah distribusi. Dari pulau besar ke pulau besar pakai kapal besar. Nanti ke pulau yang agak kecil pakai kapal sedang. Dilanjutkan lagi dengan pakai kapal kecil ke pulau-pulau kecil. Jadi, bukan kapal kecil dari Papua ke Jawa yang belum tentu bisa sampai ke Jawa, karena di tengah jalan kena ombak langsung terguling. Hilang semen, hilang sapinya," jelas Jokowi .

Sementara itu, untuk pengembangan bandara, Jokowi mengaku akan menerapkan konsep kerja sama dengan investor swasta. Menurutnya, ide tersebut muncul tak lepas dari permasalahan lambannya pengembangan Bandara Soekarno-Hatta, yang berpengaruh pada semakin karut-marutnya jadwal penerbangan.

"Seharusnya kalau APBN tidak sanggup, serahkan saja ke swasta. Tidak masalah. Asal hitung-hitungannya jelas dan biaya pelayanan nantinya tidak membebani masyarakat. Kalau diserahkan ke investor, semua bandara akan bisa dibagun baru seluruhnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti seputar infrastruktur jalur kereta. Menurutnya, sudah seharusnya dilakukan penambahan jalur kereta di Jawa, sembari membangun jalur kereta di kawasan-kawasan tambang di Sumatera dan Kalimantan.

"Pengangkutan batubara, nikel, dan bauksit jangan sampai menggunakan jalan raya. Karena selain mahal, juga akan merusak jalan. Dan itu kewajiban negara," kata Jokowi.

6. Administrasi birokrasi
Jokowi menutup pemaparan visi dan misinya dengan program pembenahan di bidang administrasi dan birokrasi. Ia berjanji, bila terpilih, akan segera menerapkan sistem elektronik dan jaluronline dalam hal pengadaan barang dan jasa di seluruh institusi pemerintah, termasuk dalam hal pengawasannya. Sistem tersebut adalah sistem yang saat ini diterapkannya di lingkungan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Kita harus menerapkan e-budgeting, e-purchasing, e-catalogue,e-audit, pajak online, IMB online. Kita online-kan semua. Jadi tidak ada lagi 'ketema-ketemu', supaya 'amplop-amplopan' hilang," katanya.


Sumber: Kompas

Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Abraham Mengaku Sudah Direstui KPK Maju sebagai Cawapres

Ketua KPK Abraham Samad bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengaku sudah direstui KPK untuk maju sebagai bakal calon presiden pendamping bakal calon presiden PDI-Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Menurut Abraham, tidak ada penolakan di internal KPK jika dia nantinya dilamar Jokowi.

"Sudah," kata Abraham di Jakarta, Kamis (15/5/2014), saat ditanya apakah internal KPK sudah merestuinya untuk maju sebagai bakal cawapres.

Abraham mengaku sudah berkonsultasi dengan pimpinan KPK lainnya terkait kemungkinan dia maju dalam Pemilihan Presiden 2014. "Jadi misalnya pimpinan KPK itu di mana pun, di mana pun orang-orang KPK berada, yang penting dia bisa membawa misi pemberantasan korupsi, itu intinya sebenarnya," kata Abraham.

Dia lantas mencontohkan mantan pimpinan KPK yang kini mengabdi di lembaga lainnya. Abraham menyebut mantan Wakil Ketua KPK M Jasin yang kini menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Agama, mantan Wakil Ketua KPK Haryono Umar yang kini menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang pernah menjabat Wakil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan.

"Itu semua mempunyai fungsi yang sangat strategis, yaitu membawa misi pemberantasan korupsi. Jadi di mana pun nanti kita berada, misi yang harus kita bawa dan tidak pernah akan hilang dari diri kita sudah menyatu, yaitu pemberantasan korupsi," sambung Abraham.

Namun, saat ditanya apakah sudah pasti akan menjadi bakal cawapres Jokowi, Abraham mengatakan bahwa dia hanya akan mengikuti arah takdir. Mengenai ada atau tidaknya pembicaraan dengan PDI-P terkait hal ini, pria kelahiran Makassar itu menjawab "komunikasi batin" seraya tersenyum.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Zulkarnain menyarankan agar Abraham tetap bertugas di KPK hingga masa jabatannya berakhir pada 2015 mendatang. Menurut Zulkarnain, kontrak Abraham sebagai Ketua KPK adalah memberantas tindak pidana korupsi. Dia pun berharap rekannya itu berkomitmen pada pemberantasan korupsi.


Sumber: Kompas

Penulis: Icha Rastika
Editor: Erlangga Djumena

Jokowi Disarankan Lebih Sering "Nge-tweet"

Bakal calon presiden PDI Perjuangan sekaligus Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) saat mengunjungi kantor Redaksi Tribun Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/5/2014).
JAKARTA - Bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi disarankan untuk lebih aktif di jejaring sosial Twitter. Media sosial 140 karakter itu dinilai efektif untuk menggaet suara pemilih muda.
Usul tersebut disampaikan salah satu relawan dalam temu relawan Jokowi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat) di Jakarta, Sabtu (10/5/2014).

Saat sesi tanya jawab, salah satu relawan memprotes kepada Politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang saat itu menjadi salah satu pembicara.


"Pak Jokowi ini relawannya banyak sekali di Twitter. Tapi dia sendiri tidak aktif," protes relawan itu.

Jokowi memiliki akun Twitter @jokowi_do2 dengan jumlah follower 1.419.447. Terhitung bulan Mei ini saja, Jokowi baru berkicau sebanyak enam kali.


"Padahal Jokowi capres yang paling banyak followernya di Twitter. Tapi tidak aktif. Sangat sayang sekali tidak dimanfaatkan," lanjut pria itu.


Eva menjelaskan, ketidakaktifan Jokowi itu disebabkan karena dia mengelola sendiri akun Twitternya. Di tengah kesibukan yang begitu padat, Jokowi tidak sempat untuk terus aktif berkicau.


"Sebenarnya dulu ada yang mengelola akun Pak Jokowi, tapi dia merasa tidak cocok. Jadi akhirnya memutuskan untuk dipegang sendiri," jelas Eva.

Eva berjanji, nantinya akan kembali mencarikan seseorang untuk mengelola akun Twitter Jokowi. Dengan begitu, akun yang sudah terdaftar di Twitter sejak 3 September 2011 itu akan menjadi lebih aktif menyapa 1,4 juta followernya.


Sumber: Kompas

Penulis: Ihsanuddin
Editor: Tri Wahono

Dewan Syuro Restui PKB Dukung Jokowi

Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar di ruang VIP bandara Juanda Surabaya.
SURABAYA – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa koalisi dengan PDI-P dalam Pilpres nanti sudah mendapatkan restu dari jajaran Dewan Syuro PKB.

Bahkan jajaran dewan Syuro yang berisi para ulama senior PKB itu menitipkan 15 agenda kepada capres PDI-P, Joko Widodo (Jokowi). Ke-15 agenda pembangunan titipan itu antara lain adalah agar Jokowi, jika terpilih menjadi presiden nanti, memperhatikan kualitas pendidikan Islam dan pesantren.


"Menurut pandangan para ulama, pendidikan Islam ini banyak mencetak kader bangsa yang potensial, namun masih belum banyak diperhatikan oleh pemerintah selama ini," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, di ruang VIP Bandara Internasional Juanda Surabaya, Sabtu (10/5/2014) malam.

Selain itu, Jokowi juga diminta memperhatikan pengembangan ekonomi umat Islam yang selama ini terkesan marjinal, serta tetap menjaga pluralisme bangsa yang terkandung dalam nilai-nilai dasar negara Pancasila.

"Agenda pembangunan titipan para ulama itu disampaikan langsung kepada saya dari Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdul Aziz Manshur, di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi'in Pacul Gowang, Jombang, siang tadi," ungkapnya.


Seperti diberitakan, PKB menyatakan berkoalisi dengan PDI-P dan Partai Nasdem dalam Pilpres 9 Juli nanti. Dengan bergabungnya PKB, maka koalisi partai pendukung Jokowi bertambah kuat.

Sebelumnya, Partai Nasdem telah menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Jokowi sebagai capres. Koalisi ketiga partai ini cukup untuk mengusung Jokowi sebagai capres. Perolehan suara ketiga partai telah melebihi ambang batas pengajuan capres/cawapres yang ditetapkan Undang-undang Nomor 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, yakni sebesar 25 persen suara sah atau 20 persen jumlah kursi di DPR.


Sumber: Kompas

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Editor: Farid Assifa

Bicara Tentang Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meresmikan Kampung Deret Petogogan, Jakarta Selatan, Kamis (3/4/2014).
JAKARTA — Joko Widodo ingin apa yang dilakukannya dimaknai publik. Aksi "blusukannya", kebijakan-kebijakannya, termasuk gaya berpakaian yang dia kenakan sehari-hari.

Kemeja putih lengan panjang dengan dua kantong di dada, celana panjang hitam, dan sepatu kasual adalah busananya setiap kali melakukan blusukan.

"Kostum blusukan", begitu media menyebutnya, memiliki makna sederhana. Jokowi tidak ingin ada pembeda dengan rakyat.

Mengapa putih?

Alasannya sederhana. Jokowi menilai warna itu sangat pas untuk kulitnya yang sawo matang. "Kedua, ya karena murah. Udah gitu saja," ujarnya.

Jokowi mengaku memiliki 14 kemeja putih dengan desain sama. Harga selembar kemeja tidak lebih dari Rp 50.000 karena dia tidak membelinya di pusat perbelanjaan mewah.

Dia membeli kain bahan seharga Rp 25.000 di pasar tradisional Solo. Ditambah dengan ongkos jahit Rp 17.000 di penjahit langganannya. Total harga kemeja itu Rp 42.000.


"Kalau murah, berarti...?" tanya Jokowi kepada wartawan.

"Sederhana," jawab wartawan dan warga yang ada di sekitar lokasiblusukannya.

"Bapak sendirilah yang bilang, biar rekamnya enak," protes wartawan televisi. Jokowi hanya tertawa mendengarnya.

"Sebetulnya, pakai baju murah, mahal, apa bedanya sih? Enggak ada bedanya. Karena itu saya pilih yang murah, gitu aja," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta yang kini menjadi bakal calon presiden dari PDI Perjuangan itu mengaku enggan mengenakan jas atau batik mahal seperti layaknya pejabat.

"Saya ingin jadi diri saya sendiri. Jokowi is Jokowi," tegasnya.

Mengapa lengan panjangnya harus digulung? Jokowi tersenyum. "Ini namanya siap kerja," ujarnya sembari memperbaiki gulungan lengannya.

"Siap makan juga," selorohnya.

Saat ditanya maksud adanya dua kantong di kemeja, Jokowi tidak menjawab. Namun seorang warga menjawab, "Buat ngantonginkartu nama ya, Pak?"

"Ya, itu," jawab Jokowi sambil tersenyum.

Baju putih lengan panjang dengan dua kantong di dada itu sudah menjadi "fashion statement" Jokowi. Bahkan jika blusukan itu dilakukan seusai menghadiri acara yang mengharus dia mengenakan jas atau batik, maka Jokowi akan menggantinya terlebih dulu dengan "kostum blusukan" itu di dalam mobil.


Sumber: Kompas

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Kistyarini

Misi Pertama Jokowi, Revolusi Mental

Bakal calon presiden PDI-P Joko Widodo di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta di Jl Surapati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, seusai pertemuan dengan para duta besar negara sahabat, Senin (14/4/2014) malam.
JAKARTA - Revolusi mental merupakan visi misi pertama bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo. Apa maksudnya?

"Kita ini kan selalu bicara mengenai fisik dan ekonomi. Padahal, kekurangan besar kita character building. Oleh sebab itu saya sebut revolusi mental," ujarnya di luar pagar rumah dinas, Jalan Taman Surapati 7 Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/4/2014) sore.

Menurut Jokowi, seorang pemimpin bukan hanya menjalankan proyek-proyek pembangunan fisik semata, melainkan mampu membangun pola pikir sekaligus karakter positif di masyarakat.


Jokowi mengatakan, percuma pembangunan fisik tanpa membangun pola pikir masyarakat. Masyarakat bisa hanya menjadi 'follower'.

"Kalau pemimpinnya bisa memberikan contoh, bisa menginspirasi supaya rakyat itu jangan terdorong untuk tidak pesimis. Itulah yang akan saya mulai kali ini," ujar mantan Wali Kota Surakarta.

Pemimpin yang mampu mengubah masyarakatnya menjadi positif, lanjut Jokowi, tak hadir pada pemimpin yang menggunakan cara-cara menyindir, menjelek-jelekan. Menurut Jokowi, pemimpin semacam itu tidak bakal memberikan harapan bagi masyarakat.

Ibarat perangkat elektronik, kata Jokowi, revolusi mental bagaikan piranti lunak yang menjadi otak seluruh pranti kerasnya. "Dulu Bung Karno itu membangun jiwa dulu," ucap Jokowi.

Jokowi mencontohkan sejarah negara Jepang. "Dulu Jepang itu jatuh. Lalu ada restorasi Meiji, langsung meloncat. Saya kita kita ini nanti bisa seperti itu, asal mau," ujarnya.

Jokowi pertama kali menyebut visi dan misi revolusi mental di Metro TV pada Kamis (24/4/2014) lalu. Menurut Jokowi, negara Indonesia adalah negara besar. Namun, masyarakat Indonesia sering tidak percaya diri saat menghadapi tantangan-tantangan zaman. Oleh sebab itu, mindset rakyat Indonesia harus diubah melalui kepemimpinan dirinya.


Sumber: Kompas

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Basuki Yakin Presiden Indonesia Orang Jawa

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memperlihatkan daftar SKPD reklame terbit tarif baru per April 2014 jenis kendaraan, di Balaikota Jakarta, Kamis (24/4/2014)

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku bahwa ia mempunyai cita-cita menjadi presiden RI. Namun, menurutnya, hal itu baru bisa terwujud jika orang Indonesia tidak lagi melihat sisi-sisi primordial dalam memilih pemimpin.
Basuki menilai, untuk saat ini orang yang berpeluang besar untuk menjadi presiden RI adalah orang yang berlatar belakang suku Jawa. Hal itu karena suku Jawa merupakan suku mayoritas.
"(Kalau saya jadi presiden) itu akan pertama kalinya dalam sejarah orang Jawa pilih non-Jawa. Di mana-mana kalau masih pemilihan pakai one man one vote, tetap orang Jawa yang menang. Kalau tidak orang Jawa pun, minimal namanya ada nama Jawa. Makanya, bapak gue kasih gue nama Basuki, ha-ha-ha," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (25/4/2014). Kata "basuki" dalam bahasa Jawa berarti selamat atau berhasil.
Basuki mengomentari kiprah Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden PDI-P, Joko Widodo, dalam mencari calon wakil presiden. Menurutnya, Jokowi pasti akan memilih pasangan yang memiliki kecocokan dengan dirinya. Basuki lalu menyinggung nama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo. Ia menilai, Agus adalah figur yang cocok untuk mendampingi Jokowi.
"Kalau Agus Marto, cocoklah. Mereka (Jokowi dan Agus) sudah kenal lama, sudah biasa kerja sama. Pak Jokowi kan maunya sama yang memang sudah ada chemistry-nya. Mereka kan sama-sama dari Solo," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.
Sumber: Kompas 


Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Laksono Hari Wiwoho

Jokowi: Tipikal Ahok Pas Buat Cawapres Saya

Basuki dan Jokowi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga kini belum mengumumkan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) untuk bertarung di Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.

Jokowi, Kamis, 24 April 2014, mengaku ingin sekali punya wakil seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, kata Jokowi, memiliki kemampuan yang baik dalam mengurus administrasi.

"Tipikal seperti Pak Ahok cocok banget dengan saya," kata Jokowi di Balai Kota Jakarta.




Namun, capres yang kini masih menjabat gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, siapapun pendampingnya nanti, asalkan bisa bekerjasama dengan baik demi bangsa dan negara.
Kata dia, siapa cawapres yang akan mendampinginya tidak bisa ditentukan dengan mudah karena menyangkut 240 juta orang Indonesia.

"Dengan siapapun saya bisa kerjasama yang paling penting bisa saling mengisi, bisa saling menutupi. Dan yang paling penting, ini bukan masalah urusan-urusan presiden urusan cawapres, ini adalah urusan bangsa," kata Jokowi.

Kata Jokowi, saat ini sudah ada tiga kandidat kuat. Dari tiga nama yang sudah dokantongi oleh PDIP, ada yang terdiri dari partai dan non partai. Siapa saja, Jokowi belum bisa sebutkan.

"Ini masih proses, kalau sudah nanti diumumkan," kata dia.
Sumber: Vivanews
Aries Setiawan, Rohimat Nurbaya

Cawapres PDIP Diumumkan Jumat Suci

Jokowi
PDI Perjuangan akan segera mengumumkan calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo untuk bertarung dalam Pemilu Presiden 9 Juli 2014. 

Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah, Kamis 24 April 2014, mengatakan kemungkinan besar partainya akan mengumumkan hari Jumat. Namun, Jumat kapan, Basarah belum tahu pasti.

"Kami menyebutnya sebagai Jumat Suci, kalau Jumat Keramat versinya Kuningan (KPK). Kami menyebutnya Jumat Suci," kata Ahmad Basarah di Jakarta.




Basarah mengatakan, beredar kabar di internal partainya, penetapan nama cawapres akan ditetapkan setelah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri pulang dari ziarah makam ayahnya, Soekarno, Jumat besok.

"Kalau saya boleh memberikan beberapa indikasi, Pak Jokowi diumumkan pada hari Jumat. Setiap hari Jumat kami menunggu Ibu Mega akan mengambil keputusan siapa cawapres," kata dia.

Ia menjelaskan alasan penetapan capres dan cawapres PDIP harus dilakukan pada hari Jumat. "Referensinya adalah karena Bung Karno waktu memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, hari Jumat," tuturnya.

Berdasarkan referensi itulah, kata Basarah, Jokowi dideklarasikan sebagai capres PDIP.
Sumber: Vivanews

Aries Setiawan, Eka Permadi

Jokowi Usil, Warga Jijik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau pembangunan Waduk Brigif, Cipedak, Jakarta Selatan, Kamis (24/42014). KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
JAKARTA — Di balik sikapnya yang cool, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ternyata juga bisa iseng bercanda. Saat meninjau pembangunan Waduk Brigif di Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jokowi menakut-nakuti warga dengan ikan sapu-sapu.

Tiba sekitar pukul 13.45 WIB, Kamis (24/4/2014) siang, Jokowi yang mengenakan kemeja putih berlengan panjang langsung ke lokasi pembangunan waduk. Kedatangan Jokowi disambut warga yang telah menunggu sejak satu jam sebelumnya.

Karena lokasi itu sebelumnya adalah tempat pemancingan, ada beberapa ikan yang tercecer di sekitar lokasi pembangunan. Jokowi sempat memungut ikan jenis sapu-sapu dan melempar ke arah warga. Aksi itu sempat membuat warga jijik.


"Nih, saya lempar, hiiiii," ujar Jokowi sambil melemparkan ikan itu.

"Hiiii," teriak warga yang dilempar ikan tersebut.

Aksi iseng Jokowi mendapat beragam respons dari warga. Ada yang jijik, ada juga yang tertawa terbahak-bahak. Bahkan, ada juga yang malah tepuk tangan kegirangan. Kebanyakan warga mengabadikan aksi Jokowi tersebut memakai ponselnya.

Seusai meninjau waduk, Jokowi mengatakan, sebagian lahan lokasi waduk itu telah dibebaskan, sedangkan sebagian lagi masih dalam tahap sosialisasi. Sesuai rencana, selain sebagai tempat penampungan air dari Kali Krukut, waduk seluas 10,3 hektar itu juga akan dijadikan ruang terbuka hijau dan fungsi sosial warga.

"Ada tamannya, jogging track-nya, pokoknya untuk warga yang ada di sekitar sini," ujar Jokowi.

Sumber: Kompas

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Jokowi-Basuki Ingin MRT Cikarang-Balaraja Dipegang Swasta

Kemacetan lalu lintas di sekitar proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (13/2/2014). Proyek MRT dilakukan untuk menyelesaikan persoalan kemacetan di Jakarta. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap, pembangunan jalur mass rapid transit(MRT) rute Cikarang di Bekasi-Balaraja di Tangerang (MRT Timur-Barat) bisa segera terealisasi.

Idealnya, kata dia, pengoperasian rute MRT Timur-Barat bisa berbarengan dengan jalur MRT Utara-Selatan (Kampung Bandan-Lebak Bulus), yang ditargetkan akan beroperasi secara penuh pada 2020.

"Pak Gubernur ingin MRT Timur-Barat ini jangan sampai 2027 karena kan penduduk di timur-barat ini semakin banyak. Harusnya bisa berbarengan dengan utara-selatan," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (23/4/2014).



Menurut Basuki, Pemerintah Jepang sebenarnya bersedia membangun jalur MRT Timur-Barat, tetapi dengan syarat, seusai pembangunan jalur MRT Utara-Selatan rampung. Karena itu, Basuki menyarankan agar skema pembiayaan jalur MRT Timur-Barat diserahkan saja kepada pihak swasta.

"Jepang maunya menyelesaikan satu-satu, sedangkan kebutuhan kita lebih mendesak. Jadi kalau konsep utara-selatan itu utang kita kepada Jepang, nanti yang timur-barat serahkan saja ke swasta yang nantinya akan dipimpin oleh PT MRT," ujarnya.

Basuki mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya telah mempersilakan pihak mana pun untuk membuat kajian terhadap proyek tersebut. Nantinya, kajian yang dianggap paling baik akan diberi kewenangan untuk menjalankan proyek tersebut.

"Kita minta pusat untuk menghubungkannya karena Cikarang-Balaraja tidak mungkin kalau tidak ada campur tangan pusat, karena juga menghubungkan dua wilayah di luar Jakarta," ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sumber: Kompas

Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Visi Ekonomi Capres Jokowi Siap Pekan Depan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi (kiri) bersama istrinya, Iriana, menunjukkan jari mereka yang telah tercelup tinta usai mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 27, Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Pemilu Legislatif 2014, Rabu (9/4/2014).

JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sedang menggodok visi dan misi atau platform ekonomi untuk bakal calon presidennya, Joko Widodo atau Jokowi. Plan ekonomi untuk Indonesia lima tahun ke depan akan diberikan kepada Jokowi pekan depan.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu penggodok visi ekonomi PDI-P, Arif Budimanta, di Jakarta, Rabu (23/4/2014). "Minggu ini selesai. Minggu depan akan dikasih ke Mas Jokowi," katanya.
Arif mengatakan, visi ekonomi PDI-P lebih berorientasi pada perbaikan pertumbuhan yang tidak berkualitas dengan basis ideologi Trisakti. Meski demikian, ia enggan memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang visi tersebut.
"Kata kuncinya peningkatan daya saing, itu clue-nya. Kan belum resmi (jadi capres)," kata anggota Komisi XI DPR itu.
Selain dirinya, Arif mengatakan, platform ekonomi PDI-P juga digodok oleh kader PDI-P yang juga anggota Komisi IX DPR, Muhammad Prakosa, dan beberapa ekonom dari Universitas Gadjah Mada. Pihaknya juga berdiskusi dengan para ekonom lainnya untuk meminta masukan.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti senior Indonesia Center for Sustainable Development Bambang Sutrisno yang juga terlibat dalam penggodokan itu mengatakan, platform ekonomi PDI-P sudah masuk dalam tahapan akhir. Meski begitu, ia mengakui persoalan krusial terkait masalah suku bunga, subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan masalah perusahaan asing masih diperdebatkan.
Sumber: Kompas


Penulis: Rahmat Fiansyah
Editor: Sandro Gatra

Kisah Hidup Jokowi

Data Jokowi sewaktu menjadi Mahasiswa
Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.



Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.

Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindak an manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.



Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel. Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerja nya bisa makan.

Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontainer dan ia berjalan-jalan di Eropa.

Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya. Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.

Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab. Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawa ban moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.



Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Jokowi menang tipis.

Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selam atan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.

Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawa ban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencintai dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.



Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”

Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawa b dan kredibel. Beruntung Indonesia masih memiliki Jokowi, pada Jokowi : “Merah Putih ada harapan berkibar kembali dengan rasa hormat dan bermartabat sebagai bangsa.


Sumber: Bacotan Anak Indonesia

Jokowi Kaget Ada Sapi Bermoncong Putih

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (tengah) dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP (kanan) tengah berbincang dengan pemilik peternakan PT Juang Jaya Giki Argadiraksa di Lampung, Rabu (23/4/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO
LAMPUNG — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP meninjau lokasi penggemukan sapi yang dikelola oleh PT Juang Jaya, Lampung Selatan, Rabu (23/4/2014) siang.

Di lokasi ini, Jokowi terkejut saat mendapati ada sapi bermoncong putih. "Wah, ada sapi moncongnya putih itu," ujar Jokowi sambil menunjuk seekor sapi coklat bermoncong putih.

Celetukan mantan Wali Kota Surakarta itu mengundang tawa. Wartawan yang hadir di lokasi itu mengait-ngaitkannya dengan lambang partai tempat Jokowi bernaung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), banteng hitam bermoncong putih.

Blusukan Jokowi di tempat penggemukan sapi tersebut dalam rangka penjajakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Lampung soal pasokan daging sapi ke Ibu Kota.

Adapun PT Juang Jaya adalah perusahaan yang menyediakan sapi-sapi tersebut. Informasi dari pemilik penggemukan sapi, Gigi Argadiraksa, perusahaan itu telah berdiri selama 17 tahun.

Kegiatan di peternakan sapi berupa penggemukan sapi, pembibitan sapi, pengembangan sapi perah, serta pusat pendidikan peternak dan kelompok binaan.

Sumber: Kompas

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Glori K. Wadrianto

Jokowi Ingin Hapus Monopoli Suplai Ayam Potong di Jakarta




Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau rumah peternakan unggas di Tegineneng, Lampung, Rabu (23/4/2014).


LAMPUNG - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin menghapus monopoli suplai bahan pangan, khususnya ayam potong, ke Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mewujudkan hal tersebut.

Pertama, Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD PD Pasar Jaya akan menginvestasikan sejumlah uangnya ke peternakan ayam di Lampung untuk meningkatkan pasokan. Kedua, PD Pasar Jaya juga akan menanamkan investasi untuk pembangunan rumah pemotongan hewan baru di Lampung.

"Kelebihannya, kita (pemerintah) yang pegang distribusi logistik. Tidak dipegang oleh satu dua tiga orang seperti selama ini," ujar Jokowi di rumah peternakan unggas di Kecamatan Tegineneng, Lampung, Rabu (23/4/2014) siang.


Catatan PD Pasar Jaya, konsumsi ayam potong di Jakarta bisa mencapai 650 ribu ekor per hari atau nyaris 20 juta ekor per bulannya. Selama ini, kebutuhan tersebut dipenuhi oleh banyak daerah sekitar Jawa dan Sumatera. Tapi, Jokowi menolak siapa pihak yang memonopoli distribusi.

Jokowi melanjutkan, pemerintah akan mendistribusikan ayam potong ke himpunan pengusaha ayam potong di DKI. Setelah itu, pengusaha ayam yang menjualnya ke konsumen. Oleh sebab itu, ia meminta pengusaha ayam potong di Jakarta tidak perlu khawatir perannya diambil alih pemerintah.

"Kita ambil distribusinya saja. Karena ini masalahnya ketahanan pangan di Jakarta," lanjut Jokowi.

Ketua Asosiasi Peternakan Ayam Ras Lampung Agus Wahyudi mengatakan, produksi ayam potong di peternakan Lampung mencapai 13,5 juta ekor per bulannya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persennya didistribusikan ke Jakarta.

"Kalau ada permintaan lebih ya pasti kita sanggupi. Peternak kita di Lampung ada 2.000 peternak. Pasti kita lebih aktif," tambahnya.

Pantauan Kompas.com, blusukan Jokowi di peternakan ayam itu sekitar 20 menit. Jokowi mendapat penjelasan dari Ketua Asosiasi Peternakan Ayam Ras Lampung dan pejabat Pemprov Lampung saat masuk ke rumah berisi ribuan ayam ternak.


Sumber: Kompas

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Fitra Tuding Jokowi Lakukan Pembiaran



Calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi.
JAKARTA - Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi mengatakan, seharusnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak cuek dengan banyaknya temuan anggaran ganda di APBD.

"Makanya disinyalir ada pembiaran, harusnya gubernur sebagai penanggung jawab pengelolaan anggaran dapat bertindak tegas dan memerintahkan jajaran di bawahnya," kata Uchok, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (23/4/2014).


Ia menjelaskan, penemuan mata anggaran ganda ini bukanlah yang pertama kali terjadi di APBD 2014. Pada anggaran-anggaran sebelumnya, juga ditemukan perihal yang sama. Seharusnya, menurut dia, Jokowi beserta Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dapat memerintahkan Inspektorat DKI untuk menyelidiki dan menelusuri banyaknya temuan mata anggaran ganda tersebut.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah Jokowi-Basuki untuk menerapkan sistem elektronik e-budgeting dalam APBD 2014. Ia berharap, melalui e-budgeting dapat membuat efek takut pada SKPD dan UKPD untuk tidak "bermain-main" dalam perumusan anggaran. Namun, mata anggaran ganda kembali ditemukan. Bahkan, jumlahnya mencapai Rp 1,8 triliun dari total anggaran Rp 72 triliun. Banyaknya mata anggaran ganda yang muncul ini mengindikasikan tindak pidana korupsi.

"Korupsi itu tidak hanya terjadi kalau ada kerugian negara saja, tapi bisa ditemukan walaupun anggarannya belum digunakan. Ini membuktikan Jokowi tidak mengerti Undang-undang," kata Uchok.

Ia menduga, ada oknum yang sengaja memasukkan anggaran ganda untuk menggunakannya sebagai kepentingan tertentu. Oknum itu dapat datang dari legislatif maupun eksekutif. Apabila Pemprov DKI tidak menerapkan sistem e-budgeting dan mengunci anggaran-anggaran ganda dalam APBD 2014, maka ia menengarai akan ada "penguapan" anggaran.

Seharusnya, dalam merumuskan anggaran, kata Uchok, DKI dapat mengganteng lembaga audit keuangan untuk mendampingi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI.

"Kembali lagi, semua ini harus sesuai izin gubernur. Kalau tidak didampingi, ya peristiwa serupa akan terus terjadi," kata Uchok.

Anggaran ganda ditemukan pada Dinas Pekerjaan Umum dengan Dinas Perumahan Gedung Pemda DKI, Dinas Perhubungan, Dinas Tata Ruang dengan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B), Dinas Pendidikan, dan lainnya. Duplikasi anggaran itu terjadi karena masing-masing SKPD maupun unit kerja perangkat daerah (UKPD) tidak memiliki perancangan yang baik serta tidak berkoordinasi dengan baik satu sama lainnya.

Untuk mengantisipasi adanya penggelembungan anggaran dan kerugian negara, Pemprov DKI mulai menerapkan sistem e-budgeting mulai tahun ini. Meskipun demikian, satu risikonya adalah tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2014.


Sumber: Kompas


Penulis: Ana Shofiana Syatiri
Editor: Ana Shofiana Syatiri

Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."