Showing posts with label Hanoi. Show all posts
Showing posts with label Hanoi. Show all posts

Danang - Hue - Hanoi (Tempat Wisata di Hue - Vietnam)

Day 9 : 8 Oktober 2015

Sarapan di Vian Hotel sangat memuaskan, hampir sama kualitasnya di Nam Hung Hotel di Nha Trang. Restoran di hotel terletak di lantai paling atas, kalau tidak salah di lantai 12.



Jadi sambil sarapan kita bisa menikmati pemandangan kota Danang yang ramai, termasuk Cau Rong (Dragon River Bridge) yang membelah Song Han (Han River) di kejauhan.
Danang City, view from Vian Hotel. Tampak Dragon Bridge di kejauhan


Proses check out juga tidak lama, dan kami dengan mudah menemukan taksi yang berhenti di depan hotel. 


Segera kami menuju kantor Sinh Tourist Danang yang berjarak sekitar 2,5km dari Vian Hotel, karena kami akan melanjutkan perjalanan ke Hue, kota kerajaan zaman dulu pada pukul 09.15.

Tiket dari Danang ke Hue seharga 89.000 VND, padahal jarak dari Danang ke Hue sekitar 100 km. Sedikit aneh, karena harga tiketnya sama dengan dari Hoi An ke Danang yang hanya berjarak 30 km. Daripada protes minta harga 199.000 VND, mendingan kalem aja deh :p


Truong Tien Bridge
Jam dinding di kantor Sinh Tourist Hue menunjukkan pukul 12.20 waktu kami sampai di sana. Setelah membeli tiket lanjutan ke Hanoi untuk keberangkatan pukul 17.15 seharga 269.000 VND, kami mulai mencari tempat rental motor. Dan beruntungnya, seorang karyawati di Sinh Tourist berbaik hati  menghubungi temannya yang biasa menyewakan motor untuk turis.

Harga yang semula 100.000 VND kami tawar menjadi 80.000 VND mengingat hari sudah siang, dan kami harus melanjutkan perjalanan ke Hanoi pukul 17.15. Pemilik motor setuju, maka berangkatlah kami mengelilingi Hue. Teman saya Santo Lim memutuskan sewa ojek saja, karena menurut dia, mengendarai motor di Vietnam sangat berbahaya.


Hue Cidatel Imperial City
Tujuan pertama kami adalah Hue Royal Palaces atau disebut juga Hue Citadel Imperial City yang terletak di seberang Song Huong (Perfume River). Ada beberapa jembatan yang melintasi sungai ini, salah satunya adalah Cau Truong Tien (Truong Tien Bridge), jembatan yang terletak di tepi Hue Walking Street.


Hue Cidatel Imperial City
Kami berhenti sejenak untuk berfoto dan kena biaya parkir 5.000 VND. Kemudian kami menyeberangi Perfume River dan masuk ke komplek Hue Citadel Imperial City. Jalan masuk dan keluar berbeda, karena diterapkan sistem one way. Karena naik motor, kami menemui kendala ini berkali-kali. Tapi kalau berjalan kaki, tidak masalah.


Hue Citadel Imperial City




Komplek kerajaan Vietnam zaman dulu dengan perpaduan arsitektur China Vietnam ini sangat luas. Jika kita ingin masuk dan mengelilinginya, bisa menghabiskan waktu 2-3 jam. Di sekelilingnya terdapat benteng / tembok kota yang sangat luas mengelilingi komplek ini. Sekaligus terdapat komplek kerajaan di tengahnya yang masih dikelilingi tembok lagi. Kota dalam kota. Forbidden City dari Vietnam. Begitu kira-kira kita dapat menyebut Hue Citadel Imperial City.


Thien Mu Temple
Dari sana kami menuju Chua Thien Mu (Thien Mu Temple) yang berjarak 5,4 km menyusuri sapanjang jalan di tepi Perfume River.

Thien Mu Temple juga terletak di tepi Perfume River, dan di depannya terdapat boat station, yang bisa kita sewa untuk menyusuri Perfume River. Kami tidak tanya harga lagi karena memang tidak terlalu banyak waktu di Hue. Lagi pula kami sudah sewa motor. Hahaha.


Pagoda Thien Mu
Kuil ini cukup luas, berada di ketinggian dengan view ke arah sungai yang menawan. Tapi di sudut-sudut tertentu ada seperti bau kotoran kelelawar yang menyengat, sama halnya seperti di bangunan museum di Hoi An.




Buru-buru kami melanjutkan perjalanan ke Lang Minh Mang (makam kaisar Minh Mang) yang terlahir dengan nama Nguyen Phuc Dam atau Nguyen Phuc Kieu, kaisar kedua dari dinasti Nguyen yang naik tahta dari tahun 1820. Minh Mang adalah putra ke-4 kaisar Gia Long dari istri kedua.

Jangan dibayangkan ini hanya satu makam besar, karena luasnya komplek makam ini bisa buat acara arisan ibu-ibu lima kampung. Tembok masih terlihat kokoh di sekeliling makam. Makam ini terletak di hutan sebuah desa kecil ini hanya ramai oleh wisatawan. Untuk akses ke sanapun harus jalan kaki sejauh 250 meter ke dalam hutan.

Hari semakin sore, dan mendung mengiringi langkah kami menuju ke sana. Setelah sampai ke pintu masuk, cukuplah. Karena selain kami kekurangan waktu, cuaca mulai gerimis, ternyata masuk ke sana harus bayar 100.000 VND. Mending lanjut aja. :p


Atas: Gerbang Lang Minh Mang
Bawah: Gerbang Lang Khai Dinh




Dari sana kami menuju Lang Khai Dinh (makam kaisar Khai Dinh) yang berjarak 3,4 km dari Lang Minh Mang. Makam kaisar Khai Dinh berbentuk persegi panjang, dan tidak sebesar makam-makam pendahulunya. Sampai di sana gerimis mulai turun. Jadilah kami buru-buru kembali ke kantor Sinh Tourist. Rencana untuk mengunjungi makam yang lain terpaksa kami batalkan, mengingat awan yang gelap ini pasti menghasilkan hujan yang besar dan lama.

Padahal kami sudah menyusun sesuai dengan rute yang dilalui, bahkan Lang Gia Long (makam kaisar Gia Long), kaisar pertama dari dinasti Nguyen (dinasti terakhir di Vietnam) harus kami skip karena cuaca. Demikian juga Lang Tu Duc (makam kaisar Tu Duc) harus kami lupakan demi mengejar waktu agar tidak kehujanan, bahkan yang terburuk, ketinggalan bus ke Hanoi.

Beruntunglah kami sampai tepat waktu di kantor Sinh Tourist, dan saat kami meletakkan motor, hujan besar mulai mengguyur kota Hue, jam menunjukkan pukul 15.20. Gerimis yang menerpa kami sepanjang jalan terasa tidak ada artinya. Kami bernafas lega walaupun perut kosong sejak sarapan di Vian hotel di Danang.

Sembari menunggu bus, kami mencari makan di kedai pinggir jalan di seberang kantor Sinh Tourist. Sejenis Pho, tapi bukan dari mie beras, karena lebih meyerupai bihun, namanya Bun Bo seharga 20.000 VND/porsi, murah dan kenyang.

Dan kali ini, pertama sejak kami naik bus dari HCM City, bus telat hampir 20 menit. Wajar saja, mengingat hujan yang sangat deras membuat bus susah bongkar muat paket-paket kiriman dari Hoi An dan Danang.

Bus berangkat pukul 17.35 masih dalam guyuran hujan sampai malam. Sleeping seat lebih dari cukup untuk melepas kepenatan kami sepanjang hari.  Pemberhentian pertama pukul 22.00 di sebuah restoran yang cukup besar, untuk ke kamar kecil dan makan. Sekitar 30 menit. Setelah itu bus berjalan sepanjang malam sampai subuh dan berhenti untuk ke kamar kecil pada pukul 6 pagi keesokkan harinya.


Harga Tiket di Hue Royal Palaces
Tips:
1. Menginaplah di Hue jika mempunyai waktu lebih, agar bisa lebih santai mengelilingi kota ini.
2. Sewa motor tampaknya cukup bagus untuk menghemat ongkos dibandingkan harus ngojek.
3. Tiket masuk ke Imperial City adalah 150.000 VND (dewasa), dan 30.000 vnd (anak-anak umur 7-12 tahun). Jika punya cukup waktu, belilah tiket perpaket. 


Tempat wisata di Hue:

1. Hue Walking Street dan Truong Tien Bridge

2. Hue Citadel Imperial City / Hue Royal Palaces

3. Chua Thien MuThien Mu Temple

4. Lang Minh Mang / Makam kaisar Minh Mang

6. Lang Gia Long / Makam kaisar Gia Long

7. Lang Khai Dinh / Makam kaisar Khai Dinh

8. Lang Tu Duc / Makam kaisar Tu Duc

9. Bai Tam Thuan An / Pantai Thuan An, yang terletak 17 km timur laut kota Hue

10. Bach Ma National Park, yang terletak 35 km selatan kota Hue.



Tips:
Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.



<<< Prev: Day 8                    Next >>> Day 10: Welcome to Hanoi








Welcome to Hanoi

Day 10 : 9 Oktober 2015

Kurang dari jam 8 pagi, bus kami tiba di kantor Sinh Tourist Hanoi. Dari sana, kami berjalan kaki mencari Green Street Hotel yang sudah kami booked sehari sebelumnya via HQ, harga tentu lebih murah karena voucher diskonnya. Sengaja kami cari yang tidak terlalu jauh dari kantor Sinh Tourist Hanoi, dan beruntungnya juga terletak di kawasan backpackers yang ramai.


Green Street Hotel, 21 Ma May, Hang Buom

Fasilitas GPS dari Google Maps cukup memudahkan kami menemukan hotel yang sudah kami booked, walaupun tanpa koneksi internet. Hanya saja, sebelumnya kami sudah meloading area tersebut pada map saat ada koneksi internet di hotel sebelumnya, jadi kita tinggal mengikuti dot biru di map.


Green Street Hotel, 21 Ma May, Hang Buom
Green Street Hotel terletak di 21 Ma May, Hang Buom, Hoan Kiem Distrik yang sangat ramai, salah satu walking street di Hanoi, di mana semua mobil dan motor dilarang masuk saat sore menjelang malam. Jalanan di sana memang agak sempit, sehingga terkesan crowded. Gerimis mengiringi check in kami di hotel, tapi berhubung masih pagi, kamar kami masih belum siap, jadi kami di antar ke dormitory untuk meletakkan barang kami dan mandi.

Hujan yang semakin deras mengurungkan niat kami untuk keluar, hingga pukul 12.00 saat kamar kami sudah siap, dan kami diantar ke sana. Sampai di kamar, kami hanya beristirahat, sementara teman saya keluar sendiri dan mencari May, turis asal China yang kami kenal di bus sewaktu perjalanan dari Hue ke Hanoi tadi malam.




Setelah hujan agak reda sekitar jam 3 sore, kami keluar dengan niat berjalan ke Ho Chi Minh Mausoleum yang berjarak sekitar 2,7 km dari hotel. Tapi kami diberitahukan oleh pihak hotel, bahwa tempat tersebut tutup dikarenakan jasad Bapak Vietnam, Ho Chi Minh sedang diperbaiki di Rusia. Terdengar cukup aneh, baru kali ini saya mendengar reparasi mayat. Sebenarnya banyak tempat yang bisa di kunjungi di dekat Mausoleum, seperti One Pillar Pagoda, Ho Chi Minh Museum, dan Temple of Literature. Tapi berhubung hari semakin sore, kami putuskan setelah pulang dari Ha Long Bay saya baru kami ke sana.

Dan ternyata rencana kami mengunjungi Ho Chi Minh Mausoleum tidak berjalan lancar, mengingat akhirnya kejadian cuaca buruk membuat kami stay lebih lama di Ha Long City (baca: Day 11). Dalam hati, saya bilang kepada diri sendiri, saya harus kembali ke Hanoi. Tidak tahu kapan, tapi saya akan merencanakan kembali ke Hanoi.


Ngoc Son Temple di tengah Hoan Kiem Lake
Jadi sepanjang sisa hari ini kami hanya berjalan mengelilingi  Hoan Kiem Lake. Danau yang indah, dengan jembatan merah yang menghubungkan Ngoc Son Temple di utara danau, dan sebuah pulau kecil di selatan danau dengan hanya sebuah bangunan kuno yang dikenal dengan Thap Rua atau Turtle Tower. Untuk masuk ke Ngoc Son Temple dikenakan tiket masuk sebesar 30.000 VND untuk umum dan 15.000 VND untuk pelajar.


Hoan Kiem Lake dengan latar Thap Rua (Turtle Tower)
Haon Kiem Lake waktu malam dengan latar jembatan ke Ngoc Son Temple
Di pinggiran danau ada stand electric car yang disewakan buat wisatawan, hanya sayangnya mereka menyewakan per mobil, tidak per orang. Satu mobil bisa untuk 7-8 orang. Dengan waktu 35 menit tanpa berhenti, atau 1 jam dengan kisaran harga 200.000-300.00 VND atau 300.000-400.000 VND, saya agak lupa, soalnya tidak terlalu berminat karena kami hanya berdua.


GR Ichikashi Brass Band di Vuon Hoa Ly Thai To
Malamnya kami cukup terhibur menikmati Ichikashi Brass Band di Vuon Hoa Ly Thai To (Taman Ly Thai To) yang terletak di seberang jalan sebelah timur Hoan Kiem Lake. Padahal sebelumnya kami berniat menonton Thang Long Puppet Show. Tapi berhubung pertunjukan ini gratis dalam rangka memperingati 61 tahun năm Ngày giải phóng Thủ đô yang tidak setiap hari ada, acara puppet show kami oper ke lain hari setelah pulang dari Ha Long Bay.

Setelah menonton Ichikashi Brass Band di Taman Ly Thai To, kami berkeliling di beberapa agen travel mencari paket  Ha Long Bay untuk keberangkatan besok. Kami dapat paket Ha Long Bay 2D 1N Tour di Ocean Sun Tour seharga 75 USD/pax. Lumayan murah dibanding tempat lain. Di Mr.Linh's Adventure seharga 80 USD, cruise yang sama, yaitu Ha Long Dugong Sail. Sedangkan di Premier Travel kami ditawari 95 USD/pax dengan cruise yang berbeda. Rute dan acara serta jadwal makannya sama.

Menurut penuturan HIEN, pemilik sekaligus pengelola Ocean Sun Tour, memilih paket tour ke Ha Long Bay harus ekstra hati-hati. Ada harga yang murah sekitar 39 USD, tapi banyak kekurangannya, seperti tidak termasuk antar jemput dari dan ke Ha Long, makanan yang ala kadarnya, serta tujuan-tujuan yang dikurangi.



Harga paket juga tergantung cruise/boat yang dipakai. Ada yang bintang 1, 1 setengah, 2, 3 dan seterusnya. Minimal untuk 2D 1N Ha Long Bay Tour kita harus ambil yang bintang 2 dan yang di atasnya. Karena di bawah itu tempat tour banyak yang tidak didatangi, rute cruise/boat lebih pendek dari yang semestinya, dan juga pelayanan on board yang tidak memuaskan.



Tempat wisata di Hanoi :

1. Ho Chi Minh Mausoleum, termasuk di dalamnya Ho Chi Minh Museum dan One Pillar Pagoda.

2. Temple of Literature, sekitar 1 km selatan HCM Mausoleum.

3. Hoan Kiem Lake, danau di tengah kota yang sangat ramai dikunjungi. Termasuk Ngoc Son Temple dan Turtle Tower di tengah danau.

3. West Lake, yang merupakan danau terbesar di Hanoi, termasuk di sana ada chua Tran Quoc (Tran Quoc Pagoda) dan Den Quan Thanh (Quan Thanh Temple)

4. Hanoi Opera House yang terletak tidak jauh dari sebelah tenggara Hoan Kiem Lake, di dekatnya ada 2 museum (no.8 & 9)

5. St. Joseph Cathedral yang terletak di sebelah barat Hoan Kiem Lake.

6. Vietnam Military History Museum, terletak di tenggara Ho Chi Minh Mausoleum

7. Vietnam Museum of Ethnology, terletak sekitar 4,5 km sebelah barat Ho Chi Minh Mausoleum

8. Museum Of Vietnamese Revolution, 216 Trần Quang Khải, Tràng Tiền, Hoàn Kiếm

9. National Museum of Vietnamese History, hanya berjarak 190 meter dari Museum of Vietnamese Revolution dan dekat Hanoi Opera House

10. Keangnam Hanoi Landmark Tower, berjarak sekitar 8,5 km dari Hoan Kiem Lake, merupakan gedung tertinggi di Hanoi dengan biaya masuk 180.000VND



Tips:
Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.


<<< Prev : Day 9                  Next >>> Day 11 : Hanoi menuju Ha Long City




Hanoi menuju Ha Long Without Bay

Day 11 : 10 Oktober 2015

Setelah sarapan di hotel, kami menanti bus ke Ha Long dengan gelisah, karena hujan dari sejak dini hari tadi belum berhenti juga, sehingga jemputan juga menjadi terlambat. Setelah menanti sekitar 1 jam, bus akhirnya tiba. 

Perjalanan dari Hanoi ke Ha Long sekitar 4 jam dengan jarak tempuh sekitar 180 km di bawah guyuran hujan yang tak kunjung berhenti. Ketika kami hampir sampai di Ha Long, kami diberitahukan kabar buruk oleh tour guide kami, Linda.

Ha Long Bay 2 day 1 night tour terpaksa harus dibatalkan akibat cuaca buruk. Hujan sudah reda, hanya sedikit gerimis kecil saja, tetapi dari pihak BMKG sana memberitahukan akan ada badai pada malam hari sehingga semua cruise tidak berani mengambil resiko menginap di laut.

Dengan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, Linda menghubungi semua peserta 2D 1N tour dan memberikan 2 pilihan. Sedangkan yang ikut 1D tour tetap berjalan sesuai jadwal karena memang tidak ada acara overnight di laut.

Pilihan pertama, kami dialihkan ke 1 day tour, dan sorenya kembali ke Hanoi, biaya akan dikembalikan setelah dipotong biaya 1 day tour oleh pihak agen tour di mana kami membeli paket tour.
Kedua, kami menginap di Ha Long City dengan biaya hotel dari kami, dan akan diikutkan pada acara 2D 1N tour pada keesokkan harinya, dengan prakiraan cuaca yang lebih bersahabat.

Menimbang kami belum booking hotel untuk besok, maka kami putuskan memilih opsi kedua. Dan Linda, sesampainya di Bai Chay Tourist Wharf (dermaga untuk keberangkatan cruise/boat) membantu kami mencarikan hotel. 

Hotel yang ditawarkan kepada kami tepat berada di seberang Bai Chay Tourist Wharf adalah BMC Thang Long Ha Long Hotel dengan harga go show 500.000 VND. Berhubung teman saya cuma sendiri dan tidak ada single room, kami menghubungi Linda untuk mencari hotel lain. Linda berbaik hati meminta koneksi wifi hotel agar kami dapat mencari hotel lain.


Viet Nhat Hotel
Kami menemukan hotel dengan harga yang murah dan review yang cukup bagus di Viet Nhat Hotel. Hanya dengan harga 240.000VND untuk double bed dan 220.000VND untuk twin bed, exclude breakfast. Jika ingin breakfast harus menambah 2 USD/orang.


Viet Nhat Hotel
Dari sana, kami dicarikan taksi oleh Linda, dan memberitahu sopir taksi agar mengantar kami ke hotel. Linda mengatakan untuk tidak mengkhawatirkan biaya taksi, karena mereka akan mengganti biaya taksi kami. So sweet.  
Jarak dari Bai Chay Tourist Wharf ke hotel kami sekitar 3,2km dan argo taksipun tidak sampai 45.000VND.

Linda memberikan nomor handphonenya kepada kami sembari berpesan agar saat check out dari hotel, minta tolong resepsionis untuk menelpon dia, karena kami akan dijemput di hotel keesokkan harinya untuk 2D 1N Ha Long Bay tour (yang mana keesokkan harinya, kami disuruh naik taksi, dan biaya taksi dibayar oleh yang menunggu kami).


Ha Long City

Setelah check in di hotel, kami beristirahat sejenak sebelum memutuskan untuk berjalan sekeliling Ha Long City. Cuaca mendung dan hembusan angin sehabis hujan memang cukup dingin. Sarana dan prasarana di Halong City terus dibangun. Di sekitar hotel kami banyak komplek ruko yang berfungsi sebagai hotel maupun hostel. Jalanan disana berkelok-kelok karena topografi di sana memang berbukit-bukit.


Atas: Theme Park dalam tahap pembangunan
Bawah: Jalan Vuon Dao, Ha Long City
Sebuah theme park sedang dibangun di sepanjang jalan Ha Long di tepi pantai. Demikian juga sebuah tower yang menjulang tinggi sedang dalam tahap pembangunan. Kotanya sendiri sebenarnya tidak terlalu ramai, tapi hilir mudik turis yang ke Ha Long Bay memberikan manfaat tersendiri yang sangat besar.

Makanan di sanapun seharusnya cukup murah, hanya saja saat tahu kami bukan orang lokal atau Vietnamese, mereka pada dasarnya lebih suka menaikkan harga seenak perutnya. Kami berjalan mengelilingi sepanjang jalan tepi pantai yang di tutupi pembatas proyek theme park di sana. Dengan jalan memutar melihati jalan yang berkelok-kelok dan berbukit sampai tiba kembali ke hotel.

Malamnya saya dan Santo Lim, travelmate saya kembali melihat-lihat suasana Ha Long City. Istri saya memutuskan untuk beristirahat di kamar hotel. Jalanan sangat sepi, padahal pedagang seafood cukup ramai di pinggir jalan. Dagangan mereka ditata di atas gerobak dan hanya pada malam hari saja. 

Kami sempat singgah ke salah satu pedagang, seorang gadis cantik dan ibunya saja yang menunggu dagangan mereka. Kami memesan 2 botol Bia Hanoi, bir lokal khas daerah utara Vietnam untuk menghangatkan badan dari cuaca yang  cukup dingin. Saya kira ada sekitar 1 jam kami duduk di sana, tapi tidak menemukan seorangpun yang mampir dan membeli dagangan mereka, termasuk juga pedagang yang lain. Sangat sepi.

Kembali ke kamar hotel, selimut kami tarik dalam-dalam untuk menutupi badan yang menggigil.

Tips: Sebaiknya cari bus dari Hanoi ke Ha Long City dan belilah tiket kapal untuk mengeksplor Ha Long Bay dengan harga yang jauh lebih hemat. Ataupun jika kita merasa repot, banyak agen travel lokal di Ha Long City yang menjual paket tour. Tidak ada salahnya menginap 1 atau 2 malam karena suasana di sana cukup sepi di banding Hanoi. Saya suka suasananya.



Tips:
Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.



<<< Prev : Day 10         Next >>> Day 12 : Ha Long City & Ha Long Bay Tour

Halong Bay - Hanoi

Day 13 : 12 Oktober 2015

Alarm yang kami pasang semalam berbunyi tepat pukul 05:15. Niat hati ingin menikmati sunrise di atas dek cruise terpaksa kami batalkan setelah mengintip dari jendela kamar, langit tidak bersahabat dan awan tebal menggelayut di atas.


Ti Top Island
Selimut kami tarik lagi dan melanjutkan tidur sampai pukul 06:30, karena kami harus bersarapan pukul 07.00. 

Saya menyempatkan diri mandi, sedangkan istri saya memutuskan belum mau mandi (bukan tidak mau mandi ya :p ). Alasannya nanti mau berenang di Ti Top Island.

Kurang dari jam 7 kami sudah bersiap, meja makan sudah tertata rapi, siap menghidangkan sarapan kami, tapi belum ada 1 orangpun di sana. Kami naik ke atas dek dan mendapati Mr.Frank dan istrinya sudah nongkrong di atas dek, sambil menikmati buahan segar yang disediakan untuk menikmati sunrise subuh tadi.

Sembari bercerita bahwa mereka juga sempat bangun dan melihat cuaca tidak mendukung untuk menikmati sunrise, dan kembali tidur. Dan bisa ditebak dari buahan yang tersedia, tidak seorangpun yang bangun pagi untuk melihat sunrise.
Patung G.X.Ti-Top (1935-2000) di Ti Top Island

 Tak lama kemudian, tour guide kami, Benny memanggil dan mengumpulkan kami untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan.

Sambil menikmati sarapan yang di sediakan, kapal bergerak pelan menuju Ti Top Island, yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat bersandar cruise semalam. Sarapan kami cukup bervariasi dengan menu utama roti, keju, kopi, teh, susu.

Setelah sarapan, kami dikasih waktu 5 menit untuk bersiap-siap dan pindah ke perahu kecil kemudian diantar ke Ti Top Island. Untuk masuk ke pulau ini dikenakan biaya masuk, yang kami tidak tahu berapa harganya karena sudah termasuk dalam paket tour kami.

Ti Top Island terletak sekitar 8 km arah tenggara Bai Chay Tourist Wharf. Nama pulau ini diberikan oleh Presiden Vietnam saat itu, Ho Chi Minh sebagai penghargaan kepada mantan pahlawan Uni Soviet di Perang Dunia ke-2, Ghermann Titov, yang mengunjungi pulau ini pada tahun 1962.


View dari Puncak Pulau Ti Top
Kami diajak naik ke puncak Ti Top Island. Jaraknya cukup tinggi dengan tangga yang agak curam cukup membuat kami kelelahan. Berkali-kali kami istirahat sepanjang tangga yang memiliki view sangat bagus. Dan semua kelelahan terbayar dengan view yang menakjubkan di puncak Ti Top Island.

Walaupun masih pagi, puncak Ti Top sudah dipenuhi banyak wisatawan. Untuk mengabadikan foto bahkan kita harus sabar mengantri untuk mendapatkan view yang bagus tanpa dihalangi wisatawan yang lain.


Pantai Ti Top Island
Setelah puas, turun tangga lebih enak dibanding naik. Dalam sekejap kami sudah sampai di bawah. Beberapa orang dari rombongan kami sudah nyebur di pantai Ti Top, termasuk Mr.Frank dan Mrs.Frank. Niat kami yang semula ingin berenang terpaksa diurungkan karena cuaca yang agak dingin. Lagian untuk berenang, banyak koq pantai di Bangka yang bagus. Hanya saya view batuan-batuan karst yang menjulang tinggi di tengah laut menjadi daya tarik tersendiri berenang di sini.

Sekitar pukul 10 kami kembali diantar ke cruise untuk mandi dan check out. Saat check out, semua minuman yang kita minum saat ditawarkan sejak awal kami check in di cruise harus dibayar. Harganya sekitar 50.000 - 60.000 VND per gelas. Lumayan juga ya, soalnya ada yang bayar sampai 600.000 VND lebih.


Bai Chay Tourist Wharf
Tips: Saat tiba di Bai Chay Tourist Wharf, belilah agak banyak air mineral (yang kemasan 5-6 liter) masukkan ke dalam tas, jangan sengaja di kasih lihat ke kru kapal, karena membawa minuman (apalagi bir dan wine) dari luar biasanya ke charge. Jadi saat acara makan kita bisa bawa air minum sendiri. Jika beli yang kemasan 5-6 liter, bawalah botol minum yang 600 ml untuk isi ulang, biar enak bawanya.

Sambil menunggu jam makan siang, kami ngobrol dengan sesama peserta yang lain. Terutama Mr & Mrs Frank, karena dari awal mereka 1 meja saat acara makan bersama kami. Tepat pukul 11.00, makan siang disajikan. Setelah makan siang, kami hanya menikmati pemandangan dari atas dek. Sayang, cuaca masih berawan sehingga kami tidak mendapatkan pemandangan yang jernih.

Kapal sampai di Bai Chay Harbour pukul 12.10, kami turun kapal dan menanti bus untuk mengantarkan kami kembali ke Hanoi. Perjalanan hampir 4 jam tak begitu terasa. 

Setelah di Hanoi, kami ke Ocean Sun Tour di Dinh Liet Street, memesan private car untuk membawa kami pada pukul 22.00 ke Noi Bai International Airport seharga 280.000 VND, cukup mahal mengingat jarak dari kota Hanoi ke Noi Bai International Airport hanya berjarak lebih kurang 32 km. 

 Tas dan bawaan kami titipkan di sini, kemudian kami berjalan menyusuri jalan-jalan sekitar danau Hoan Kiem, dan mencari makanan.


Masih ada sedikit waktu kami sempatkan menonton Thang Long Water Puppet Show. Tempat ini terletak di seberang jalan dekat Hoan Kiem Lake. Tiket masuk terbagi 2 kelas seharga 60.000 VND dan 100.000 VND. Pertunjukan boneka air ini hampir sama dengan Water Puppet Show di Ho Chi Minh City





Mungkin akan sedikit interest jika membawa anak kecil. Saya pribadi tidak terlalu suka. Bahkan banyak penonton yang tertidur lelap di dalam theater sepanjang show sekitar 50 menit, yang mendapat penghargaan dari Asia Book of Records sebagai pertunjukkan boneka air dengan durasi terlama. Agak membosankan!


Dengan latar jembatan yang menghubungkan Kuil Ngoc Son
di tengah danau Hoan Kiem
Sisa waktu kami pergunakan untuk menikmati keindahan Hoan Kiem Lake waktu malam. Angin semilir yang cukup dingin menerpa tubuh dan jiwa kami, saat Hanoi memasuki musim dingin. Hahahaha.

Pukul 21.00 kami kembali ke Ocean Sun Tour untuk memesan sedikit makanan pengganjal perut sambil mencari informasi Phuket, tujuan kami selanjutnya, memanfaatkan wifi di sana.


Pukul 22.00 tepat, minivan yang sudah kami pesan menjemput, dan kamipun berangkat.Tapi sesuai janji Hien, pemilik dan pengelola Ocean Sun Tour yang cukup ramah, mobil yang membawa kami adalah minivan dengan penumpang hanya kami saja, dan tidak menjemput penumpang yang lain. Perjalanan ke Airport hanya 35 menit, sesuai perkiraan kami karena memang kondisi malam jalanan lebih lancar.

Malam ini kami memang berencana ngemper di Noi Bai International Airport. Mencari tempat yang enak, memanfaatkan wifi gratisan di bandara, saya agak larut malam baru tidur.

Informasi tambahan:

OCEAN SUN Tours Co.,LTD.
Add: 7A Dinh Liet Street, Hang Bac Ward, Hoan Kiem Dist., Hanoi City
Tel: (+84) 4 3 9260 696 | Hotline: (+84) 906 134 483
Website: vietnamoceansuntours.com
Email: vietnamoceansuntours@gmail.com



Premier Travel Vietnam Co., Ltd
Add: 4C Dinh Liet Street, Hoan Kiem Dist., Hanoi City, Vietnam
Tel: (+84) 4 3 9262 866 | Fax: (+84) 4 3 9262 868

Mr Linh's Adventures
Add: 83 Ma May Street, Hoan Kiem District, Hanoi City, Vietnam
Tel: (+84) 4 3 6425 420 | Fax : (+84) 4 3 6425 421
Email: sales@mrlinhadventure.com




Tips:
Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya di link yang saya tautkan di atas.

<<< Prev : Day 12                   Next >>> Day 14 : HAN-DMK-HKT

Noi Bai Internaitional Airport - Don Muang International Airport - Phuket International Airport

Day 14 : 13 Oktober 2015

Tidur di Noi Bai International Airport (IATA Code : HAN) lumayan aman dan nyaman, walaupun tidak ada sleeping seat, tapi kursi di sana tidak ada penghalang (sandaran tangan), dan dilapisi busa kulit, sehingga cukup nyaman jika ingin berbaring di sana.  Stand charger smartphone tersedia dekat konter wrapping bagasi dekat Departure Hall.


Noi Bai International Airport
Walaupun begitu, harap sediakan selimut, atau setidaknya jaket/mantel, karena malam hari dengan sikon yang cukup sepi, Noi Bai International Airport sangatlah dingin. Bandara ini berhenti beroperasi pada pukul 02.00 dini hari (tempat charger biasanya tidak ada aliran listrik lagi sekitar pukul 00.00), lampu-lampu dipadamkan sebagian, sehingga acara tidur bisa lebih nyaman.

Sekitar pukul 04.30 bandara mulai beraktivitas lagi, ditandai dengan petugas cleaning service yang sibuk keliling bandara mengendarai mesin penghisap debu. Suara yang cukup berisik memaksa saya harus memelekkan mata.

Setelah cuci muka kami berjalan santai ke area imigrasi, suasana cukup sepi. Boarding pass Airasia hasil print-an web check in di tangan kami ternyata tidak berlaku. Hah?? Ya, benar. Sebelum masuk ke imigrasi, petugas penjaga pintu masuk imigrasi, menyuruh kami meminta lagi boarding pass yang baru di konter check in.

Saat itu konter check in AA belum di buka, jadi kami tunggu sampai sekitar pukul 06.00. Setelah mendapat boarding pass yang baru, kami menuju imigrasi. Setelah lewat imigrasi, kami menuju konter scan bagasi, di sinilah awal bencana saya. Dua botol wine yang saya beli di Dalat tidak lolos imigrasi, padahal dulu saya pernah beli dua botol wine di Langkawi, dan tidak ada masalah/pemeriksaan  sewaktu pulang ke Indonesia (CGK) lewat KLIA2. 

Pertanyaan petugasnya sederhana saja, mana bukti pembeliaan duty free? Dengan berat hati saya relakan dua botol wine tersebut di sana. Bukan masalah harga, karena wine-nya cukup murah, tapi masalahnya itu  saya bawa dua botol wine itu ke sana ke mari selama 10 hari. Bayangkan capek dan repotnya. Hahaha.

Sesampainya di ruang tunggu, dekat gate 28 ada tempat minum gratis. Jadi saat check bagasi, kalau ada botol minum, habiskan isinya dan jangan buang botol kosongnya, karena kita bisa refill air minum di ruang tunggu. 

Pesawat kami take off sesuai jadwal, sekitar pukul 09:10 dan kami sampai di Don Muang International Airport (IATA Code : DMK) sekitar pukul 11.00.
Setelah lewat imigrasi Thailand, kami cari makan di dekat area keberangkatan domestik. Nasi kotak sekitar 60-80 Bath. Lumayan untuk mengganjal perut yang kosong.

Penerbangan lanjutan kami ke Phuket yang awalnya pukul 14.40 delay 1 jam. Sisa waktu lumayan di manfaatkan ke lantai atas, untuk melihat pesawat yang take off maupun landing.

Penerbangkan dari DMK ke Phuket International Airport (IATA Code : HKT) sekitar 1 jam 20 menit. Sampai di HKT, hari sudah sore. Keluar dari bandara, ada konter taksi. Daerah tujuan kami adalah Patong, jadi kami beli tiket ke Patong 200 Bath / orang.

Tidak lama, minivan yang antar kami datang. Ada sekitar 12 orang dalam minivan itu. Segera kami meninggalkan HKT menuju hotel kami di area Patong.

Dalam perjalanan kami diantar singgah ke suatu agen travel. Kami semua di suruh turun. Di tanya ini itu, intinya mereka ingin kita booking hotel, maupun tour di tempat mereka. Saat tahu kami sudah booked hotel, mereka jadi jutek. Saran saya, jangan mau dipaksa beli paket tour ataupun booking hotel di sana.


Phuket Simon Cabaret
Kami dapat jatah di antar paling terakhir, karena hotel kami memang agak jauh dari area pantai Patong. Jadilah kami check in di hotel sudah malam. Hotel yang kami booked adalah Renoir Boutique Hotel, kamarnya cukup luas, tapi suasana tidak seindah dalam gambar. Not recomended!


Deluxe Room, Renoir Boutique Hotel, Patong-Phuket

Deluxe Room, Renoir Boutique Hotel, Patong-Phuket





Hotelnya agak sepi, kolam renang agak kotor. Jikalau ingin cari hotel yang agak muruh dan luas, bolehlah. Tapi saya sarankan sebaiknya cari yang dekat area Patong Beach. Banyak koq yang agak murah. Satu-satunya kelebihan hotel ini adalah dekat Phuket Simon Cabaret, hanya sekitar 150m dari hotel.

Tapi menurut saya, itupun bukan kelebihan hotel ini, karena Simon Cabaret menyediakan antar jemput gratis dari hotel. Harga show saat kami tanya di sana adalah 700 Bath.

Setelah mandi, kami mencari makan malam di dekat area hotel. Nah, mungkin ini yang bisa dikatakan kelebihannya yang jauh dari pusat keramaian. Kami dapat tempat makan yang lumayan murah, hanya 60 Bath/ porsi, sudah termasuk nasi dan lauk. Porsinya juga lumayan banyak. Tom Yum hanya 80 Bath, dan Tom Yum Seafood hanya 100 bath.

Hari yang cukup melelahkan, mengingat kurang tidur di Noi Bai International Airport semalam. Jadilah kami pulang ke hotel dan beristirahat. Besok baru jalan lagi.




Tips:
Untuk memperoleh voucher hotel 200.000 VND, silahkan download aplikasi HQ di sini, kemudian masukkan kode YLIMP pada menu redeem voucher pada aplikasi yang sudah diunduh tadi. Kode YLIMP hanya bisa digunakan jika download aplikasinya melalui link yang saya tautkan tadi.



<<< Prev : Day 13            Next >>> Day 15 : Phuket Motorbike Tour (Jilid 1)





Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."