Showing posts with label Mongkok. Show all posts
Showing posts with label Mongkok. Show all posts

Dari Hong Kong ke Luohu, Shenzhen

Jumat, 21 Februari 2014

12:00 - 14:00

Hari ini kami sengaja bangun agak siang, karena mau persiapan menuju Luohu/Lo Wu, Shenzhen, Guangdong Province. 
Perjalanan dari Hong Kong sebenarnya tidaklah terlalu jauh, tapi yang namanya belum pernah masuk perbatasan China, tetap saja hati ini kuatir tidak mendapat izin masuk karena kami belum apply visa China. Walaupun dari informasi teman-teman di grup LM masuk Shenzhen bisa langsung meminta Visa saat kedatangan (Visa on Arrival) di imigrasi Luohu, tetap saja saya was-was karena ada kabar diwaktu tertentu, kantor VoA tidak buka.

Mau tidak mau, saya nekat berangkat ke Luohu, perbatasan antara Mainland China dengan Hong Kong. Karena memang sudah berencana akan ke Window of The World dan Splendid China & China Folk Culture Villages di Shenzhen.





Setelah beres-beres, kami check-out dari HK Jiang Xi Guest House di daerah Mongkok. Dengan menggunakan MTR stasiun Mongkok kami naik MTR Kwun Tong Line arah Tiu Keng Leng, dan ganti East Rail Line di stasiun MTR Kowloon Tong. Di stasiun MTR Kowloon Tong ini ada dua jenis kereta, yang satu menuju Lok Ma Chau (Futian Port) dan satu lagi yang ke Luohu/Lo Wu.

Sekitar 1 jam, kami tiba di Luohu. Segera kami menuju ke tempat pengurusan VoA di lantai atas. Puji Tuhan, ternyata buka dan kami segera mengisi form apply. VoA hanya berlaku selama 5 hari di Guangdong Province. Biaya sebesar 168 CNY untuk warga Indonesia. Untuk biaya VoA silahkan perhatikan tabel harga di bawah ini.

Biaya apply VoA di Luohu Port
Setelah dapat VoA, segera kami menuju imigrasi. dan sampailah kami di Luohu, Shenzhen.
Luohu Port, Shenzhen

Transportasi di Shenzhen hampir sama bagusnya dengan Hong Kong. Transportasi publik tersedia di semua tempat, mulai dari perbatasan Luohu di tenggara, sampai ke Shenzhen Bao'an International Airport di barat laut. Kereta cepat di sini namanya Shenzhen Metro System atau biasa dikenal dengan nama Metro saja.

Metro Shenzhen menghubungi banyak sekali tempat di Shenzhen, termasuk 2 tempat wisata yang akan saya kunjungi nanti.

Simak terus cerita saya di postingan selanjutnya, klik: Welcome to Shenzhen 
Ciaooo...Menampilkan Smiley Pada Postingan

Sehari di Western Monastery, Tsuen Wan, Hong Kong

Kamis, 20 Februari 2014

Pagi ini saya sudah janji sama Khiu Amew, untuk berkunjung ke rumah Thai Khiu, paman yang paling tua di daerah Tsuen Wan. Sekitar pukul 09:00, Khiu Amew  dan istrinya menyambangi guest house tempat saya menginap di daerah Mongkok.

Dari Mongkok, kami naik MTR di stasius Mongkok yang tidak jauh dari penginapan. Perjalanan ke Tsuen Wan  tidak perlu berganti kereta, karena kami langsung naik MTR Tsuen Wan Line, yang perhentian terakhirnya memang di stasiun MTR Tsuen Wan.
Dari stasiun MTR Tsuen Wan ke tempat Thai Khiu tidak terlalu jauh, tapi kami naik taksi karena jalanan agak menanjak. Argo awal taksi menunjukkan 20HKD dan tidak berubah sampai kami tiba di restoran tempat kami akan sarapan.


Kami tiba di restoran tersebut duluan, tidak lama kemudian Thai Khiu beserta istrinya tiba. Setelah memesan cukup banyak, kamipun makan. Hidangannya kebanyakan dim sum yang disediakan satu per satu, serasa  fine dining Menampilkan Smiley Pada Postingan
Sarapan di salah satu restoran di Tsuen Wan




Setelah makan pagi (343HKD), kami berjalan ke rumah Thai Khiu, disepanjang jalan yang menanjak, ada hal menarik yang saya lihat, yaitu ada kaca tebal di pinggir jalan raya, yang dimaksudkan agar kendaraan yang melaju kencang, suaranya tidak terlalu menimbulkan kebisingan di sekitar daerah tersebut yang dipenuhi dengan flat-flat padat penduduk.

Dari rumah ThaiKhiu, kami terus berjalan menanjak ke atas, di sana ada sebuah kuil kecil dengan pemandangan air terjun nan indah.



Selanjutnya tujuan utama kami hari ini adalah Western Monastery di puncak bukit di Lo Wai Village. Untuk kalian yang berencana ke sana, bisa naik MTR ke stasiun Tsuen Wan, exit B1 dilanjutkan naik minibus 81 arah Lo Lo Wei atau bisa langsung menggunakan taksi.
Foto-foto
Western Monastery di Tsuen Wan


Pat Sien Ko Hoi, Western Monastery
Pemandangan dari sini sangat menakjubkan, menurut saya keindahan tempatnya sendiri mengalahkan Po Lin Monastery di Pulau Lantau.
Foto-foto

Pagoda di Western Monastery, Tsuen Wan

Gerbang Utama Western Monastery, Tsuen Wan

Gerbang Utama Western Monastery

 Di dekat sana ada juga The Yuen Yuen Institute yang didirikan pada tahun 1950 untuk menyebarkan prinsip-prinsip Konfusianisme, Buddhisme, dan Taoisme.
Foto-foto
The Yuen Yuen Institute
Kembalinya ke rumah Thai Khiu, dilanjutkan acara klasik, foto bersama Menampilkan Smiley Pada Postingan
Kiri ke kanan : Khiu Amew, Khiume, saya, Anak Thaikhiu, Thai Khiu, Thai Khiume

Besok saya akan berangkat ke Louhu, Shenzhen. Sampai jumpa.
Ciaooooo... Menampilkan Smiley Pada Postingan

Welcome To Hongkong

Rabu, 19 Februari 2014


13:50 - 15:30
Masuk ke terminal 2 kedatangan, kami berjalan ke imigrasi untuk proses masuk ke Hongkong, sebelumnya kami mengisi formulir kedatangan dan keberangkatan, dimana nanti formulir bagian kedatangan tersebut akan di ambil oleh pihak imigrasi dan sisanya formulir keberangkatan diselipkan di paspor beserta visa gratis selama 30 hari yang berupa stiker kecil dan bukan stempel di paspor, yang digunakan saat akan meninggalkan Hongkong.

Sekilas Tentang Hong Kong International Airport
Bandar Udara Internasional Hong Kong (Hong Kong International Airport atau HKIA) adalah bandara internasional yang melayani daerah Hong Kong, dengan kode IATA HKG dan kode ICAO VHHH. Nama lain dari bandara ini adalah Bandara Chek Lap Kok.
Bandara ini terletak di pulau Chek Lap Kok dan sejak dibuka pada tahun 1998, menjadi salah satu pusat transit yang penting di dunia karena posisinya yang strategis. Bandara berkapasitas sebesar 45 juta penumpang dengan 3 juta ton kargo dan setelah landas pacu kedua dibuka pada Mei 1999, kapasitas meningkat menjadi 87 juta penumpang dan 9 juta ton kargo. Bandara yang menjadi pusat operasi Cathay Pacific, Dragonair,Air Hong Kong, CR Airways, dan Hong Kong Express ini mendapatkan penghargaan sebagai bandara terbaik dari majalah Skytrax selama lima tahun berturut-turut (2001-2005).
Chek Lap Kok

Chek Lap Kok

Chek Lap Kok
Saat ini terdapat 2 buah landas pacu dengan panjang 3.800 meter dan selebar 60 meter. Nama landasan tersebut adalah 07L/25R dan 07R/25L yang berarti bisa juga dibedakan sebagai landasan utara dan selatan. Bandara ini dibangun untuk menggantikan Bandara Internasional Kai Tak di atas pulau buatan yang direklamasi dari pulau Chek Lap Kok dan Lam Chau. Luas lahan bandara ini adalah 12,48 km² yang 25% dari luas tersebut adalah kedua pulau yang direklamasi tadi.
Bandara ini dibuka pada 6 Juli 1998 dengan desain dari arsitek Foster and Partners serta memakan waktu 6 tahun dengan biaya 20 milyar USD. Selama tiga sampai lima bulan pertama beroperasi, berbagai masalah melanda bandara ini bahkan kargo sempat dipindahkan kembali ke Kai Tak. (Sumber : Wikipedia) 

Melewati imigrasi bukanlah proses yang sulit selagi dokumen yang diperlukan disiapkan dengan lengkap, tanpa ba-bi-bu petugas akan mengembalikan paspor dan mempersilahkan kita lewat.
Nothing to declare
Keluar dari imigrasi, ada tempat pengambilan bagasi. Kemudian ada 2 gerbang keluar;
Yang pertama berwarna hijau, di atasnya ada tulisan: Nothing to Declare. Artinya tidak ada barang-barang bawaan kita, baik bagasi kabin maupun bagasi terdaftar yang harus diperiksa karena tidak sesuai atau melebihi  ketentuan bea cukai di sana.
Yang kedua gerbang warna merah bertuliskan: Goods to Declare. Artinya ada bagasi kita yang harus diperiksa karena melewati atau tidak sesuai dengan ketentuan bea cukai di sana.
Merasa bahwa saya tidak membawa barang-barang diluar ketentuan, maka saya keluar melewati gerbang warna hijau, yang tentu saja tetap harus melalui pemeriksaan mesin X dulu, untuk jaga-jaga kalau kita tidak jujur.
Train Tickets Counter

Octopus, Hong Kong MTR Card
Keluar dari gerbang di atas, kita akan menjumpai stand tiket kereta cepat Hongkong yang bernama Mass Transit Railway (港鐵) atau disingkat MTR. Di sana ada petugas yang akan menawarkan kartu MTR seharga 150 HKD, di mana 50 HKD adalah deposit kartu, dan 100 HKD adalah saldo kartu yang bisa digunakan saat menaiki MTR, bus, ataupun transportasi publik tertentu, serta bisa digunakan untuk berbelanja disemua toko/outlet/mall/supermarket yang memiliki tanda khusus. Kartu ini bernama Octopus yang berarti gurita, sejenis binatang laut mirip sotong, tetapi lebih besar, yang sering dijumpai di tempat-tempat makan/restoran di sana.




Selanjutnya saya kemudian keluar untuk mencari stasiun MTR di bandara, yang terletak dekat pintu keluar terminal 2 bandara Chek Lap Kok. Tidaklah sulit menemukannya, tinggal mengikuti papan petunjuk di sekitar bandara.


Setelah menaiki Airport Express Link (dalam peta rute MTR berwarna hijau kebiruan atau kadang hijau tua), kita cukup memperhatikan tujuan kita, kemudian pindah ke line lain yang saling berhubungan.
Rute MTR (kurang lengkap, karena masih ada beberapa jalur yang tidak tercantum)

Karena saya menginap di HK Jiang Xi Guest House daerah Mongkok, saya akan menjelaskan cara naik MTR dari airport ke Mongkok. Dari airport, naik MTR Airport Express tujuan stasiun Hong Kong, turun di stasiun MTR Tsing Yi dan ganti MTR Tung Chung Line arah Hong Kong, turun lagi di stasiun MTR Lai King dan ganti ke MTR Tsuen Wan Line tujuan Central. Setelah melewati Mei Foo, Lai Chi Kok, Cheung Sha Wan, Sham Shui Po, Prince Edward, sampailah saya di stasiun MTR Mongkok. Turun dan keluar dari exit D2 kita akan sampai di Argyle Street, guest house tempat saya akan menginap 2 malam.


Rute MTR yang lengkap

15:30 - 23:30
Setelah check-in kami lalu turun ke bawah untuk mencari makan. Dan lagi-lagi harga makanan di Hong Kong lumayan mahal dibandingkan di kampung saya, Bangka.
 Menampilkan Smiley Pada Postingan 
Satu porsi makanan untuk 1 orang dewasa sekitar 40-100 HKD sekali makan. Itu hanya di warung-warung di jalanan sekitar, kalau mau di restoran di mall-mall siapkan 2-3 kali lipat. Tapi jangan kuatir, jika ingin menghemat biaya makan, datang aja ke swalayan terdekat, tersedia paket lengkap nasi, sayur, lauk daging, sekitar 15-30 HKD. Di jamin kenyang. Atau mau yang lebih murah lagi, pergilah ke pasar tradisional, hanya dengan 10-20 HKD bisa beli roasted duck, maupun bebek goreng, ayam, daging B2 juga ada.
Foto makanan di Hong Kong
Chicken Noodle with Abalone Soup 45 HKD 
Pork Ribs Noodle with Sesame 40 HKD


Niat untuk mengunjungi museum pada hari ini terpaksa dibatalkan mengingat hari yang sudah mulai sore, padahal museum di Hong Kong gratis setiap hari rabu. Tidak apa-apa, karena masih ada rabu depan yang sudah saya rencanakan untuk mengunjungi beberapa museum di sana. Kunjungan ke museum dapat dibaca pada postingan saya selanjutnya.

Sudah kenyang makan, saya menunggu kedatangan paman saya yang tinggal di Tsing Yi yang mau mengajak kami ke rumahnya di sana. Dengan menggunakan MTR kami berangkat ke stasiun MTR Tsing Yi. Dari sana dilanjutkan naik bus 248M, sampai lah kami di rumah Khiu-khiu di Cheung Wang Estate. Suhu udara saat itu sangatlah dingin, sekitar 7 derajat celcius memaksa kami mengenakan 2 lapis jaket, 2 lapis baju, 2 lapis kaos kaki, syal, dan sarung tangan. 
Foto di Mongkok


Diana in action @ Mongkok, Hong Kong

Bersama Khiu-Khiu Amew di Mongkok

Khiu-Khiu bersama istri dan anak laki-lakinya tinggal di lantai 15. Semacam flat yang disediakan pemerintah Hong Kong, dengan uang sewa sekitar 1000 HKD per bulan. Tempatnya tidak begitu luas, tapi cukup nyaman dengan 1 ruang keluarga, dapur, toilet, dan 2 kamar tidur. Mungkin kalau di Jakarta seperti rumah susun.
Kita mampir di pasar tradisional dekat daerah sana, beli sayur dan juga daging bebek panggang, cukut, dan FungSauNyuk untuk makan malam. Khiu-Khiu jago masak juga, karena semua lauk pauk, beliau yang masak.
Dinner
Harganya cukup murah

Lezat

Belanja buat makan malam
Ready to eat

Dari kiri searah jarum jam
Roasted Duck, FungSauNyuk, Cah Brokoli, Sayur NoName, Cunyuk Asem Manis

Puas menikmati makan malam, setelah ngobrol dan minum teh sampai pukul 22:00, kamipun berfoto-foto kemudian pamit pulang ke penginapan. Khiu Amew bersikeras mengantar kami. Dari sana kami naik bus 42A rute Tsing Yi - Jordan, melewati Mongkok. Bus ini menerima octopus card yang telah kami beli sebelumnya di bandara. Tarifnya 6,8 HKD.
Bersama Khiume dan Khiu Amew

Khiume, Khiu Amew, Diana
Sampai di sana, kami jalan-jalan di Ladies Market yang terletak di Tung Choi Street, dekat Argyle Street, Mongkok tempat kami menginap. Kalau naik MTR, turun di stasiun Mongkok, keluar dari exit E2, berjalan menyusuri Nelson Street sekitar 2 blok, kita akan sampai di persimpangan Tung Choi Street. Harganya bervariasi, harus ditawar. Hanya saja pedagang di Ladies Market, lebih susah ditawar dibandingkan pedagang di Night Market di Temple Street daerah Yau Ma Tei.
Setelah capek keliling, hanya beli satu pasang sarung tangan seharga 35HKD (mahal!) kami pulang untuk beristirahat. Sampai jumpa besok untuk mengexplore daerah Tsuen Wan, daerah tempat tinggal Thai Khiu saya, Khiu-Khiu yang paling tua.
Ciaooooo...
Menampilkan Smiley Pada Postingan

Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."