Showing posts with label Mona Lisa. Show all posts
Showing posts with label Mona Lisa. Show all posts

Ilmuwan Klaim Temukan Makam Mona Lisa

Penggalian makam 'Mona Lisa' 
Perempuan yang menjadi model lukisan Mona Lisa masih menjadi misteri. Namun, sejumlah ilmuwan mengaku telah menemukan tempat peristirahatan perempuan dengan senyum menawan itu.

Dikutip dari laman The Telegraph, adalah Profesor Silvano Vinceti yang memimpin perburuan makam Lisa Gherardini Del Giocondo, perempuan yang dipercaya luas sebagai perempuan misterius di balik lukisan berusia 500 tahun, Mona Lisa.

Tim ini kemudian menemukan makam di ruang bawah tanah di Biara Santa Ursula Florence setelah pencarian selama dua minggu dengan menggunakan georadar, map kuno, dan sejumlah dokumen. Silvano mengatakan timnya menemukan dua makam, di mana yang satu lebih tua dari yang lainnya. "Kami yakin, salah satunya adalah makam Lisa Gherardini," kata Silvano.

Tapi, tim ini masih harus bekerja beberapa hari lagi untuk benar-benar sampai di makam tersebut dan meneliti tulang-belulang di dalamnya. Sejauh ini, tim pimpinannya baru menemukan sejumlah tembikar dan tulang-tulang tua. Namun, temuan yang paling dicari ada di bawah tanah biara yang sudah tak terurus itu.

Turut ikut dalam penggalian ini, Natalia Gucciardini Strozzi, salah satu keturunan Gherardini. Awalnya, dia menentang habis-habisan penggalian ini agar nenek moyangnya bisa beristirahat dengan tenang. Namun, kini dia mendukung apa yang dilakukan tim Silvano.

"Semula, penggalian ini menakutkan, tapi sekarang saya terpesona. Sangat menarik untuk tahu tempat ini adalah peristirahatan nenek moyang saya," kata dia.

Lisa Gheradini adalah istri dari seorang saudagar sutra bernama Francesco del Giocondo. Lisa kemudian meninggal pada 1542. Di Italia sendiri, Mona Lisa dikenal juga dengan nama '"La Gioconda".

Tujuan penggalian ini adalah menemukan jasad 'Mona Lisa' kemudian membandingkan DNA-nya dengan dua anaknya yang dimakamkan di Gereja Annunziata Santissima, Florence. Tahap akhir, merekonstruksi wajah dari jasad untuk kemudian dibandingkan dengan lukisan Mona Lisa karya Leonardo Da Vinci.

Sumber
Belanja Snacks Khas Bangka

Lukisan Monalisa Bicara Bahasa Mandarin


Teknologi interaktif membawa kehidupan bagi Monalisa. Pasalnya, mahakarya pelukis Leonardo da Vinci pada abad 16 tersebut kini bisa berbicara dalam bahasa Mandarin.

Versi digital lukisan Monalisa tersebut menjadi pusat perhatian dalam eksibisi karya seni dalam forma multimedia di Beijing.

Wang Hui, penyelenggara pameran mengaku menghabiskan dua tahun untuk menyiapkan koleksi tersebut.

Dia menambahkan, ini merupakan kali pertama teknologi suara, holografik, dan bentuk 3D yang dipadukan, dan diperkenalkan di negeri tirai Bambu tersebut.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, pengunjung juga bisa mendengarkan Yesus Kristus berbicara dengan para rasul saat Perjamuan Terakhir.

Bahkan, lulusan sekolah seni Zhao Yuanzhi terkesan dengan pameran tersebut. "Di dalam studio, mereka semua benda-benda simpanan, tetapi di sini mereka hidup dan bergerak," ujarnya kagum. "Ini sangat mengagumkan dan sangat hidup," lanjutnya.

Monalisa dalam pameran  yang berjuluk World Classic Interactive Arts Exhibition tersebut juga diprogram untuk menjawab pertanyaan tentang senyum misteriusnya dan tentang kehidupannya.

Senyum Mona Lisa Hanya Sebuah Trik

Senyuman Mona Lisa pada masterpiece lukisan milik Leonardo da Vinci dinilai hanyalah sebuah trik. Menurut analisa seorang ahli neurologi asal Austria, pipi Monalisa nampak bergeser. Namun, sebetulnya senyuman Sang Nona itu hanya sebuah trik dan tergantung di mana seseorang memfokuskan pandangannya.

"Jika Anda tatap matanya, seakan-akan muncul senyuman kecil di bibir Mona Lisa," kata Profesor Florian Hutzler, yang dikutip VIVAnews dariTelegraph, Selasa 16 Maret 2010. "Tetapi, sejatinya jika Anda memperhatikan bibirnya, senyuman itu menghilang."

Lebih lanjut, profesor yang juga ahli psikologi di Pusat Penelitian Neurocognitive di Salzburg ini mengatakan, Leonardo da Vinci memiliki teknik yang luar biasa pintar untuk mengelabui penikmatnya.

Ketika dilihat secara langsung, shading (pembuatan bayangan) lembut di sekitar mulut membuat ekspresinya netral. Tapi, jika tepi mulutnya diperhatikan, sapuan kuas yang sama memberi kesan senyum halus.

"Di mulut Mona Lisa, ada senyum tersembunyi," kata Hutzler. "Ketika Anda melihat langsung mulutnya, Anda melihat detail halus, tak ada senyum dan hanya ada ekspresi netral," imbuhnya.

"Ekspresi Mona Lisa akan berubah sesuai sudut pandang Anda. Senyum atau datar, itu tergantung dari mana Anda melihat wajahnya," ucap Hutzler.

Sementara itu, menurut studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science,Leonardo mampu menyuguhkan ilusi menggunakan teknik "sfumato", yakni teknik di mana sapuan cat berlapis dan menimpa lapisan-lapisan cat lainnya untuk menciptakan shading yang halus.

Menanggapi tulisan di jurnal itu, Seorang ahli psikologi di University of British Columbia bernama Profesor Stephen Porter mengatakan, studi tentang lukisan Mona Lisa memang melahirkan banyak sekali pengertian terhadap proses bagaimana melukiskan sebuah ekspresi pada wajah Mona Lisa.

"Yang paling penting dari studi brilian ini adalah bahwa orang-orang yang menangkap gambarnya, dan terpengaruh olehnya, menciptakan wajah lain baru pada tingkat bawah sadar. Inilah yang dimaksud sebuah karya ilusi, " ujar Porter.

Sumber
Camilan Sehat dan Enak

Rahasia Dibalik Senyum Monalisa

Siapa yang tak terpesona dengan lukisan 'Mona Lisa Smile'? Sejumlah ilmuwan seni asal Prancis berhasil memecahkan sejumlah rahasia di balik pesona karya legendaris Leonardo da Vinci itu.

Para pakar dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Prancis itu menemukan bahwa lukisan da Vinci dilakukan dengan teknik lapis ekstratipis. Da Vinci menerapkan 30 lapisan untuk lukisannya yang mengagumkan. Setiap lapis hanya setebal 40 mikrometer, setengah dari ketebalan rambut.

"Teknik itu disebut sfumato," kat salah satu peneliti, Philippe Walter. Teknik itulah yang membuat da Vinci berhasil menciptakan ilusi dan bayangan menakjubkan dalam lukisannya.

Tak hanya lukisan 'Mona Lisa Smile', tim juga meneliti enam lukisan karya da Vinci lainnya yang seluruhnya tersimpan di museum Louvre. Penelitian dilakukan dengan teknis X-ray fluorescence spectroscopy untuk mempelajari lapisan cat dan komposisi kimianya.

Mereka membawa peralatan berteknologi tinggi itu ke museum saat tutup dan mengamati wajah potret ', yang merupakan simbol dari Sfumato. Proyek ini dikembangkan melalui kerjasama dengan European Synchrotron Radiation Facility di Grenoble.

"Sekarang kita bisa mengetahui campuran pigmen yang digunakan da Vinci untuk setiap lapisan lukisannya," kata Walter. "Dan, itu sangat, sangat penting untuk memahami teknik ini."

Analisis dari sejumlah lukisan itu mengungkap bahwa da Vinci terus mencoba metode baru dalam setiap karyanya. Dalam 'Mona Lisa Smile', da Vinci menggunakan oksida mangan untuk menciptakan dimensi. Ia juga menggunakan tembaga, bahkan glasir.

Catatan sejarah mengungkap, 'Mona Lisa Smile' adalah lukisan Lisa Gherardini, istri Francesco del Giocondo, seorang pedagang asal Florence. Da Vinci mulai melukis itu pada tahun 1503. Giorgio Vasari, pelukis abad ke-16 dan penulis biografi da Vinci dan seniman lainnya, menulis bahwa da Vinci menyempurnakan lukisan itu selama empat tahun. 

Sumber
Ngemil Sehat

Ditemukan, Naskah Misterius Leonardo da Vinci


Pameran multimedia karya-karya Leonardo da Vinci di New York, AS
Sebuah manuskrip kuno ditemukan di suatu perpustakan umum di Kota Nantes, Prancis. Kalangan peneliti menduga, manuskrip abad ke-15 itu merupakan hasil pemikiran seorang filsuf merangkap artis dan teknokrat jenius Italia, Leonardo da Vinci.

Harian The Guardian mengungkapkan, naskah itu disimpan begitu di dalam lemari selama sekitar satu setengah abad. Itu merupakan bagian dari 5.000 dokumen yang disumbangkan kepada kota Nantes pada 1872 oleh seorang kolektor kaya, Pierre-Antoine Labouchere.

Seorang jurnalis di Nantes belum lama ini mengungkapkan manuskrip yang lama tak tersentuh itu berdasarkan referensi yang dia pelajari. Tidak disebut, kapan persisnya penemuan dokumen itu.
Naskah yang diduga tulisan da Vinci itu masih dipelajari.  "Dia kemungkinan besar menulis bahasa Italia kuno abad ke-15 dan mungkin pula bahasa lain. Maka, tulisannya harus diteliti," kata Agnes Macetteau, kepala perpustakaan Nantes. 

Ini merupakan penemuan berharga kedua dari koleksi Labouchere. Penemuan pertama, pada 2008, berupa naskah aransemen simfoni milik Wolfgang Amadeus Mozart. 

Hidup semasa 1452-1519, da Vinci merupakan salah seorang tokoh terkemuka di Italia sekaligus jadi simbol masa kebangkitan Eropa, yaitu Renaissance. Selain menghasilkan sejumlah lukisan terkenal, diantaranya Mona Lisa, da Vinci juga dikenal merancang sejumlah karya ilmiah.

Pada 1486, dia mendesain suatu benda terbang, yang mirip dengan helikopter. Da Vinci juga menggambar anatomi tubuh manusia, yang berguna bagi studi ilmu medis.

Ditemukan, Kode Rahasia di Mata Mona Lisa

Simbol di mata Mona Lisa
Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci diyakini menyimpan misteri. Terutama, apa yang tersirat di balik senyum Monalisa. Mona Lisa kembali berada di pusaran misteri saat para detektif seni menemukan hal baru dalam karya agung itu. Di matanya.

Tersembunyi di cat gelap di bagian pupil mata Mona Lisa, terdapat huruf yang disusupkan oleh sang maestro, Leonardo da Vinci. Kode rahasia ini terungkap berkat teknologi pembesaran termutakhir.

Pengungkapan ini mungkin terinspirasi langsung novel laris 'Da Vinci Code' yang menyebut Mona Lisa menyimpan petunjuk tersembunyi tentang Holy Grail -- Cawan Suci.

Adalah Silvano Vinceti, presiden Komite Warisan Budaya Italia, yang menemukan simbol tersebut. "Untuk mata telanjang, simbol ini tak kelihatan, tapi dengan kaca pembesar, itu jelas terlihat," kata dia, seperti dimuat situs Daily Mail, Senin 13 Desember 2010.

Apa simbol yang disembunyikan Da Vinci di mata Mona Lisa?

"Di mata kanan terlihat huruf 'LV' yang mungkin inisial namanya, Leonardo da Vinci, sementara di mata kirinya juga terdapat simbol huruf yang belum terdefinisikan."

Para ahli belum memutuskan huruf apa di mata kiri Mona Lisa. Itu bisa saja huruf 'CE' atau huruf 'B'.

"Sementara di lengkung jembatan di latar belakang lukisan, bisa terlihat angka '72' atau itu bisa jadi huruf 'L' dan angka '2'. "

"Anda harus paham bahwa lukisan ini sudah berumur 500 tahun, jadi gambarnya tak setajam saat pertama kali dilukis," tambah Vinceti.

Namun, berdasarkan hasil investigasi sementara, para detektif seni mengaku yakin, bahwa simbol itu sengaja dibubuhkan oleh Da Vinci.

Inisiatif pencarian simbol dalam lukisan Mona Lisa seperti plot Dan Brown setelah seorang anggota komite menemukan buku kuno di sebuah toko antik. Buku ini merujuk pada simbol dalam mata Mona Lisa.

Apalagi, 'Da Vinci meletakkan penekanan khusus dalam lukisan Mona Lisa. Dan kita tahu, ia membawa lukisan itu ke manapun di tahun-tahun terakhir hidupnya," kata Vinceti.

"Kami juga tahu bahwa Da Vinci adalah seorang yang esoteric -- hanya bisa dipahami orang-orang tertentu, dan kerap menyisipkan simbol-simbol dalam karyanya. Siapa tahu, tambah Vinceti, mungkin ada pesan cinta di sana.

Vinceti adalah anggota sebuah kelompok yang mengajukan izin untuk menggali makam Da Vinci dari nisannya di Kastil Amboise di Desa Loire, Perancis.

Tujuan penggalian makam, untuk melihat langsung tengkorak sang maestro dan membuktikan apakah Mona Lisa adalah gambaran diri  Da Vinci.

Sumber
Belanja Snacks Khas Bangka

Sejarawan Italia: Ini Identitas Mona Lisa

Mungkin tak ada yang lebih kontroversial dari lukisan karya Leonardo Da Vinci, Mona Lisa. Selama berabad - abad, para investigator seni berusaha mengungkap simbol-simbol dalam lukisan ini, termasuk siapa sebenarnya Mona Lisa dan arti dibalik senyumnya yang misterius.

Kini, sejarawan seni Italia mengklaim telah menguak kode Da Vinci dalam versi nyata: identitas Mona Lisa.

Adalah sejarawan, Carla Glori yang menemukan, bahwa jembatan yang ada di latar belakang lukisan Mona Lisa menjadi petunjuk penting.

Kata dia, punuk jembatan -- di mana angka 72 samar-samar terlihat di sana -- adalah jembatan nyata yang terbentang di Sungai Trebbia di Bobbio, di dekat Piacenza, Italia.

Glori yang menulis buku berjudul Engima Leonardo: Deciphering And Discovering, mengaku yakin, wanita dalam karya agung itu adalah Bianca Giovanna Sforza.

Bianca Giovanna Sforza adalah putri Ludovico il Moro, bangsawan yang berkuasa di Bobbio, 500 tahun yang lalu. Dua huruf yang ditemukan baru-baru ini di mata Mona Lisa -- huruf 'S' dan 'G' diduga merupakan inisial nama Bianca.

"Berdasarkan penelitian, saya telah mengidentifikasi subjek adalah Bianca Giovanna Sforza dan jembatan di latar belakang adalah salah satu yang membentang di Sungai Trebbia di Bobbio," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Senin 10 Januari 2011.

Ditambahkan Glori, 500 tahun lalu, Bobbio adalah pusat kebudayaan penting yang mahsyur dengan perpustakaannya dan sebuah puri yang berdiri di persimpangan utamanya.

"Diduga Da Vinci mengunjungi Bobbio karena perpustakaannya yang  terkenal, dan ia melukisnya berdasarkan memori, beberapa tahun kemudian, mungkin saat ia tinggal di Prancis," kata dia.

Ditambahkan Glori, meski setelah berabad-abad, kota itu sudah berubah banyak, namun, sisa-sisa masa lalu seperti yang tergambar dalam lukisan Da Vinci masih bisa dilihat saat ini, yakni jalanan yang meliuk seperti ular.

Ditambahkan dia, jembatan yang melintasi Sungai Trebbia, seperti dalam lukisan itu telah tersapu pada tahun 1472 -- mungkin berhubungan dengan angka '72' yang terlihat samar-samar dalam lukisan Mona Lisa.

Lembah di mana Bobbio terletak digambarkan oleh Ernest Hemingway sebagai yang paling indah di dunia dan jembatan kota juga dikenal sebagai Devil's Bridge atau jembatan Iblis.

Alkisah, jembatan itu diduga dibangun semalam oleh iblis atas perjanjian dengan Santo Columbanus -- yang menjanjikan nyawa pertama yang melintasi jembatan diberikan pada iblis.

Teori Glori mendapat bantahan dari Martin Kemp, mantan pengajar di Oxford University sekaligus ahli Da Vinci.

"Ini hampir pasti adalah potret bangsawan Italia, Lisa del Giocondo. Mungkin ide awalnya tak romantis dan misterius," tambah dia.

Ditambahkan dia, tak ada kemiripan jembatan Bobbio, seperti yang diklaim Glori.

Sumber
Belanja Snacks

Peneliti Italia: Mona Lisa Seorang Pria

Peneliti Italia menemukan fakta baru yang mengejutkan dari mahakarya lukisan The Mona Lisa, karya maestro Leonrdo da Vinci. Silvano Vinceti, kepala peneliti lukisan mengatakan, model Mona Lisa yang berada dalam lukisan itu adalah seorang pria, anak laki-laki.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, Rabu 2 Februari 2011, Vinceti yang juga sejarawan Italia itu mematahkan kesimpulan yang ada selama ini yang menyebut bahwa Mona Lisa adalah Lisa Gherardini, istri seorang saudagar sutra dari Florentine.

Vinceti sangat yakin lukisan itu diilhami oleh Gian Giacomo Caprotti. Seorang pria muda yang telah lama bekerja dan menjadi kepercayaan 'Sang Master Renaissance' itu.

Hubungan antara Leonardo dan Caprotti diyakini sangat erat. Bahkan sang maestro disebut-sebut menganggap si model dalam lukisan itu sebagai anaknya dan menjadi salah satu sahabat yang paling terpercaya.

Vinceti juga mengatakan, beberapa karya Leonardo, termasuk dua lukisan St Yohanes Pembaptis dan gambar yang kurang dikenal yang disebut "Angel Incarnate" itu juga didasarkan pada Caprotti. Caprotti mendapat panggilan 'sayang' yakni Salai.

Apa yang membuat penelitian tim Vinceti menyebut Mona Lisa adalah seorang pria? Menurut dia, semua tampilan pada Mona Lisa menggambarkan ciri seorang pemuda. Ramping, bukan banci dengan rambut keriting.

"Salai (Caprotti) adalah model favorit bagi Leonardo. Leonardo juga memasukkan karakteristik Salai dalam The Mona Lisa," kata Vinceti.

Caprotti diduga memasuki rumah tangga Leonardo sekitar tahun 1490, ketika masih berumur sekitar 10 tahun. Caprotti bekerja sebagai asisten Leonardo selama sekitar 20 tahun. Dia mendapat julukan Salai atau 'Setan Kecil'. Caprotti juga disinyalir menjadi model beberapa subyek lukisan erotis yang dihasilkan sang jenius.

"Salai sangat tampan dan mungkin dia adalah kekasih Leonardo," kata Vinceti yang juga Kepala Komite Nasional Warisan dan Pelestarian Budaya Italia ini. Vinceti yakin, Leonardo adalah seorang penyuka sesama jenis, gay.

Salai juga diduga mencuri banyak benda dari Leonardo. Dia juga kerap menimbulkan beberapa masalah. Tetapi, sebagai seorang artis, Leonardo selalu memaafkan.

Sejarawan seni lainnya menilai skeptis atas kesimpulan Vinceti itu. Pietro Marani, seorang penulis beberapa buku tentang artis yang juga 'pakar' Leonardo menyebut penelitian Vinceti itu "tidak berdasar."

Sumber
Snacks Khas Bangka

Bongkar Kuburan, Demi Kuak Misteri Mona Lisa

Mona Lisa (www.sgallery.net)
Tak ada lukisan di dunia yang semisterius Mona Lisa. Masterpiece karya Leonardo Da Vinci ini diyakini menyimpan banyak simbol tersembunyi: dari simbol 'LV' di matanya, angka '72 di lengkung jembatan di latar lukisan, sampai senyumannya yang jadi teka-teki. Yang juga tak kalah bikin penasaran, siapa sebenarnya orang yang dijadikan model lukisan ini.

Ilmuwan dan investigator seni berjuang keras untuk memecahkan misteri ini. Mereka bahkan berencana melakukan aksi nekad: membongkar kuburan Lisa Gherardini Del Giocondo di Biara Saint Orsola, Florence -- mengambil DNA-nya, dan merekonstruksi wajahnya.

Tim ilmuwan ini dipimpin Silvano Vinceti, investigator seni yang dijuluki 'Indiana Jones modern'. Tim ini berangkat dari dugan kuat bahwa bangsawan Lisa Gherardini adalah sosok di balik senyum misterius Mona Lisa -- lukisan berusia 500 tahun yang paling dikenal di seluruh dunia.

"Survei awal dari bangunan itu mengungkap keberadaan ruangan bawah tanah berusia 500 tahun. Kami yakin, itu adalah lokasi peristirahatan Lisa Gherardini, yang menginspirasi lukisan Mona Lisa," kata Vinceti, seperti dimuat Daily Mail, Rabu 6 April 2011.

"Kami akan mengkomparasikan DNA yang ditemukan dari tulang-belulang dengan DNA dua jasad lain di dua gereja berbeda di Florence -- di mana dua anak Lisa Gherardini dimakamkan."

Lisa Gheradini, yang meninggal pada 1542, adalah istri seorang saudagar sutra kaya bernama Francesco del Giocondo. Di Italia, lukisan Mona Lisa dikenal sebagai La Gioconda.

Sebelumnya, para sejarawan telah menemukan sertifikat kematiannya yang memberi informasi lokasi kuburan itu, namun ada kekhawatiran bahwa setelah 500 tahun, ruang bawah tanah itu mungkin telah bergeser.

Kekhawatiran lain, penduduk lokal memberikan informasi pada tim bahwa, 30 tahun lalu reruntuhan biara tersebut dibuldozer dan berubah menjadi tempat pembuangan sampah.

Penggalian yang akan dimulai akhir bulan ini mendapat dukungan dari Dewan Florence.

Ini bukan kali pertama Profesor Vinceti membongkar kuburan untuk menyibak misteri. Ia pernah menggunakan teknik yang sama  mencari dan mengidentifikasi jasad Caravaggio, salah satu master Renaissance.

Vincenti juga yang menguak pesan tersembunyi di mata Mona Lisa setelah memeriksanya dengan kaca pembesar super.

Untuk diketahui, Da Vinci mulai melukis Mona Lisa di tahun 1503 atau 1504 dan menyelesaikannya pada tahun 1519, tak lama setelah ia pindah ke Prancis, dan lalu meninggal dunia.

Pada Agustus 1911 lukisan itu sempat dicuri oleh seorang karyawan di Louvre yang berasal dari Italia. Si pencuri merasa, Mona Lisa harus dipulangkan ke tanah airnya: Italia.

Tak hanya dicuri, Mona Lisa juga mengalami serangan vandalisme pada tahun 1956. Sejak itu, Mona Lisa dipamerkan di balik kaca anti peluru - yang melindunginya dari serangan terakhir tahun lalu ketika seorang wanita Rusia marah karena permohonan menjadi warga negara Prancisnya ditolak -- melemparkan cangkir teh ke arah Mona Lisa.

Sumber
Belanja Snacks Khas Bangka di Sini

Ilmuwan Gali Makam 'Mona Lisa'


Mona Lisa (www.sgallery.net)
Sebuah proyek penggalian besar sedang dikerjakan di Florence, Italia. Lantaran melibatkan para arkeolog terkemuka, proyek ini menarik perhatian besar media massa. Sejumlah arkeolog ini sedang mengali sebuah kubur, yang diyakini sebagai makam Mona Lisa.
Media Italia, ANSA mengabarkan bahwa para ilmuwan berharap menemukan makam Lisa Gherardini Del Giocondo, istri seorang saudagar sutra Italia yang tewas tahun 1545. Ia diyakini menjadi model lukisan Mona Lisa -- karya maestro Leonardo Da Vinci yang sohor ke seluruh bumi itu. 
Penggalian makam 'Mona Lisa' (AP)




Sejarahwan seni Italia, Silvano Vinceti berharap bisa merekonstruksi tengkorak Lisa Gherardini dan membandingkannya dengan lukisan Mona Lisa -- yang versi aslinya masih tergantung di Museum Louvre, Paris, Prancis.


Tim yang dibentuknya menggunakan alat georadar untuk mencari bekas reruntuhan Gereja Saint Orsola di Florence yang kemudian menjadi pabrik tembakau dan lokasi perlindungan Perang Dunia II.


Minggu ini, para ilmuwan telah memindahkan lantai beton dan menemukan tangga bata  yang diyakini menuju ruang bawah tanah. Tim bahkan menemukan dua  dua makam dan kubah batu bata. "Temuan ini konsisten dengan perkiraan kami," kata Vinceti, seperti dimuat Adelaide Now, Jumat 13 Mei 2011.


"Seharusnya kami sudah berada di mana altar pernah berdiri. Sesuai hasil pemindaian georadar, ini mengarah ke ruang bawah tanah.
Para ahli percaya Lisa Gherardini masuk  biara setelah kematian suaminya. Ia juga wafat di biara dalam usia 63 tahun.
Penggalian yang dilakukan para ahli itu diprotes sejumlah orang, terutama keluarga Lisa.  Natalia Guicciardini Strozzi, anggota dari salah satu keluarga tertua Florence dan keturunan langsung dari Giocondo, menuding para arkeolog melanggar kekeramatan, dengan alasan mengungkap misteri di balik senyum Mona Lisa.


Sejauh ini, memang tak ada lukisan semisterius dan mengundang intrik seperti Mona Lisa. Ia iyakini menyimpan banyak simbol tersembunyi: dari simbol 'LV' di matanya, angka '72 di lengkung jembatan di latar lukisan, sampai senyumannya yang jadi teka-teki.


Bumbu misteri Mona Lisa makin kental kala Hollywood merilis film berjudul 'The Da Vinci Code' -- bahwa Mona Lisa menggiring ke rahasia besar, tentang Ketuhanan.

Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."