Showing posts with label Pesawat Kepresidenan RI. Show all posts
Showing posts with label Pesawat Kepresidenan RI. Show all posts

Perbandingan Pesawat Kepresidenan RI dengan Negara Lain



SERAMBI INDONESIA / M ANSHAR
Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jett mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, 16 April 2014. Pesawat kepresidenan pertama milik Republik Indonesia tersebut melakukan percobaan penerbangan.

Pemerintah Indonesia baru saja mendatangkan satu pesawat kepresidenan yang dibeli dari Boeing seharga 89,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 847 miliar.

Pesawat ini dicat berwarna biru muda pada punggung dan putih pada bagian lambung pesawat. Selain itu, tulisan "Republik Indonesia" dan logo Garuda terpasang di bagian depan pesawat.

Sejumlah pihak kurang puas dengan livery atau corak warna yang dipakai pada pesawat kepresidenan pertama untuk Indonesia ini. Selain dianggap punya desain yang kurang menarik, warna pesawat tersebut dinilai berbau politik.

Atas polemik ini, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengungkapkan, pemilihan warna biru pada pesawat kepresidenan RI lebih untuk keselamatan penerbangan karena warna tersebut sebagai bentuk penyamaran dari ancaman. Karena alasan keamanan, lanjutnya, maka pesawat itu diberikan warna biru, yang tidak dimiliki pesawat penerbangan komersial lain.
Negara-negara lain juga telah mengoperasikan pesawat kepresidenan sejak lama. Salah satu yang paling banyak dikenal masyarakat adalah milik Pemerintah Amerika Serikat. Pesawat yang lebih dikenal dengan sebutan Air Force One ini menggunakan jenis pesawat Boeing 747-400 dengan nomor seri 2800 dan 2900.

Pesawat kepresidenan RI juga menggunakan rancangan Boeing, yaitu varian 737-800 yang masuk dalam kelas Boeing Business Jet 2 (BBJ 2). Berbeda dengan varian 737-800 lainnya, BBJ2 memiliki kapasitas tanki bahan bakar yang lebih besar dan daya jelajah hingga 10.000 km.

Jenis pesawat apa yang dipakai oleh pesawat kepresidenan negara-negara lain dan seperti apa corak warnanya? Simak tujuh pesawat kepresidenan beberapa negara yang dirangkumKompasTekno dari berbagai sumber.

Australia
Wikimedia.com
Pesawat kepresidenan Australia
Pemerintah Australia memiliki dua Boeing 737 BBJ (registrasi A36-001 dan 002) dan tiga Challenger 604 untuk mendukung tugas gubernur jenderal, perdana menteri, dan kementerian luar negeri, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. Pesawat-pesawat tersebut dioperasikan oleh Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force).

Brasil
nycaviation.com
Pesawat kepresidenan Brazil
Brasil memiliki pesawat kepresidenan dari varian Airbus, lebih tepatnya A319 (VC-IA-2101). Pesawat tersebut memiliki dimensi yang lebih pendek dibanding varian A320 yang populer dipakai maskapai penerbangan di seluruh dunia, tetapi memiliki daya jelajah yang lebih jauh.

Pesawat tersebut diberi nama Santos-Dumont (dari Alberto Santos-Dumont, pionir penerbangan dari negara tersebut), dan menggunakan callsign FAB 001 (Brazilian Air Force One).

RRT
flightjournal.com
Pesawat kepresidenan Tiongkok
Pesawat kepresidenan RRT dilayani oleh maskapai nasional negara tersebut, yaitu Air China, sehingga tidak ada satu pesawat khusus. Namun, biasanya, untuk kunjungan jarak jauh, Air China menyediakan Boeing 747-nya sebagai pesawat kepresidenan.

Pada tahun 2000 lalu, Pemerntah RRT sebenarnya sudah memesan sebuah pesawat Boeing 767 (B767) untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Namun pada tahun 2000, dalam sebuah insiden, Pemerintah Tiongkok mengklaim menemukan 27 alat penyadap dalam interior pesawat tersebut, dan akhirnya membatalkannya. B767 pesanan Pemerintah RRT tersebut kini digunakan oleh maskapai AS, Delta Air Lines.

Jerman
spiegel.de
Pesawat kepresidenan Jerman
Pemerintah Jerman menggunakan Airbus seri A340-300 (registrasi 16+01) untuk menggantikan A300 (registrasi 10+22) sebagai pesawat kepresidenan. A340-300 tersebut telah dimodifikasi oleh Lufthansa Technik dengan konfigurasi VIP untuk penerbangan jarak menengah dan jauh.

Pesawat kepresidenan dengan registrasi 10+21 diberi nama (nosename) "Konrad Adenauer", nama kanselir Jerman (Barat) pertama. Sementara itu, 10+22 yang dipensiunkan pada 2011 memiliki nama "Theodor Heuss", Presiden pertama Jerman.
Selain dua pesawat tersebut, Angkatan Udara Jerman melalui Special Air Mission Wing Federal Ministry of Defence (Flugbereitschaft) juga mengoperasikan enam jet Challenger 601 (registrasi 12+01 hingga 12+06) dan tiga helikopter AS532 Cougar buatan Eurocopter untuk melayani kebutuhan transportasi Pemerintah Jerman, anggota parlemen, dan para menteri.

Jepang
Wikimedia.com
Pesawat kepresidenan Jepang
Pesawat kepresidenan Jepang dioperasikan oleh Japan Air Self-Defense Force yang terdiri dari dua Boeing 747-400 (registrasi 20-1101 dan 20-1102). Pesawat tersebut utamanya digunakan oleh perdana menteri Jepang, kaisar, permaisuri, dan anggota keluarga kerajaan Jepang. Pesawat ini memiliki nama resmi Seifu-Senyo-Ki atau Japanese Air Force One/Two.

Rusia
Wikimedia.org
Pesawat kepresidenan Rusia
Rusia menggunakan aset pesawat yang diproduksi oleh negaranya sendiri, Ilyushin II-96-300PU (registrasi RA-96016) sebagai pesawat kepresidenan. Pesawat tersebut di bawah kendali Russia State Transport Company.

Salah satu dari pesawat kepresidenan Rusia tersebut dimodifikasi di bagian interior sebagai sarana transportasi VIP pada tahun 2001 lalu. Pengerjaannya dipercayakan kepada perusahaan Inggris. Interior Il-96 tersebut dilapisi dengan lantai marmer, dinding sutra, dan beberapa interiornya disepuh emas. Modifikasi ini menghabiskan dana hingga 17 juta dollar AS.

Amerika Serikat
Wikimedia.org
Pesawat kepresidenan AS
Pesawat kepresidenan Amerika Serikat mungkin menjadi ikon dalam hal pesawat kepresidenan. Semenjak tahun 1990, Pemerintah AS menggunakan dua Boeing 747-200B dengan registrasi 28000 dan 29000. Dalam jajaran Angkatan Udara AS, pesawat ini dikenal dengan nama VC-25A. Nama Air Force One baru digunakan saat presiden Amerika Serikat berada di dalamnya.
Sumber: Kompas

Pesawat Kepresidenan RI Bisa Deteksi Peluru Kendali

JAKARTA, Pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 2 seri 737-800 didesain untuk tingkat keamanan tinggi yang diperuntukkan bagi kepala negara yang menumpang pesawat tersebut. Salah satunya yakni dapat mendeteksi ancaman dari peluru kendali.

Pesawat kepresidenan Republik Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014). Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 ini dibeli dengan harga 91,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 820 miliar dan memiliki fasilitas 2 VVIP Class (State Room), 4 VVIP Class Meeting Room, 12 Executive Area, serta 44 Staff Area. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
"Kemungkinan ancaman peluru kendali, tadi sudah didemonstrasikan kepada kita bagaimana sensor secara otomatis memberikan warning dan bagaimana langkah-langkah yang dilakukan pesawat apabila itu terjadi," kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi kepada wartawan, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014). 

Namun, dirinya tidak menjelaskan secara rinci soal langkah selanjutnya terhadap keselamatan pesawat atas ancaman itu. Merujuk pada pemberitaan Kompas.com, Indonesia menggelontorkan  4,5 juta dollar AS untuk biaya pemasangan sistem keamanannya saja.



Sudi juga menyatakan, pesawat tersebut aman untuk difungsikan dan melayani tugas konstitusional presiden RI. "Dari aspek sekuriti memang tidak dimiliki pesawat biasa," ujar Sudi.

Sebelumnya, pesawat kepresidenan tersebut tiba di Jakarta dalam acara serah terima di Base Ops, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat tersebut mendarat dengan selamat setelah melakukan perjalanan selama empat hari.


Sumber

Banyak Pihak yang Tidak Suka Corak Warna Kepresidenan RI

JAKARTA, -- Sejumlah pihak kurang puas dengan livery atau corak warna yang dipakai oleh pesawat kepresidenan Boeing 737-800NG. Lantas, berapa harga jika ingin mengubah livery tersebut?

GM Corporate Communication Garuda Maintenance Facility (GMF) Mochamad Aviv mengungkapkan, harga pengecatan pesawat tergantung pada coraknya. Biasanya, harga yang dipatok berdasarkan paket dan tidak dihitung per meter persegi.


Pesawat Baru untuk Presiden RI
“Untuk harga lama pengecatan bodi pesawat untuk family Boeing 737 antara 40.000 dollar AS hingga 60.000 dollar AS. Tapi untuk sekarang, tentu ada penyesuaian harga,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (10/4/2014).

GMF merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk yang menyediakan jasa perawatan pesawat. Perusahaan tersebut juga menjual paket jasa pengecatan pesawat.

Sebelumnya, ramai di jejaring sosial, corak warna pesawat kepresidenan 737-800 dinilai kurang memuaskan. Ada yang menyebut pesawat kepresidenan Indonesia mirip dengan liveryKorean Airlines. Bahkan ada yang menyatakan warna tersebut berbau politik.


Atas polemik ini, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengungkapkan, pemilihan warna biru pada pesawat kepresidenan RI yang dibuat Boeing Company bukan pesanan dari pihak mana pun. Warna biru tersebut juga bukan merupakan pesanan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jadi, mengapa memilih warna biru?

Sudi menjawab, dalam keselamatan penerbangan, warna biru sebagai bentuk penyamaran dari ancaman. Karena alasan keamanan, lanjutnya, maka pesawat itu diberikan warna biru, yang tidak dimiliki pesawat penerbangan komersial lain.

Sumber

Sekilas Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia


Jakarta – Pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang dibeli dari Boeing akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 10.00 WIB, Kamis 10 April 2014.

Pesawat jenis 737-800 Boeing Business Jet 2 ini sampai ke Indonesia setelah melalui empat hari uji coba penerbangan. Pada 7 April 2014, pesawat diterbangkan dari Delaware, Amerika Serikat, menuju Wellington, Selandia Baru. Kemudian,penerbangan dilanjutkan dari Wellington menuju Sacramento, California, AS.
Perwira TNI-AU berfoto didepan pesawat kepresidenan RI
yang baru di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
Kamis (10/4/2014). Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Selanjutnya pada 8 April 2014, pesawat diterbangkan lagi dari Sacramento ke Honolulu, Hawaii, AS. Pada 9 April 2014, pesawat kembali diterbangkan dari Honolulu ke Guam di barat Samudera Pasifik.
Selanjutnya pada 10 April 2014, barulah pesawat diterbangkan dari Guam pukul 03.30 waktu setempat menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta. Perjalanan dari Guam ke Indonesia menghabiskan waktu 6 jam 30 menit.

Dalam penerbangan itu, pesawat kepresidenan dikemudikan oleh pilot dan kopilot dari Boeing, Kapten David dan Kapten Jean. Tiga anggota TNI Angkatan Udara juga ikut dalam penerbangantersebut, yakni Letkol (Pnb) Firman Wirayuda, Letkol (Pnb) Ali Gusman, dan Peltu Suminardi.


Pesawat kepresidenan RI itu berwarna biru putih dengan garis merah putih tepat di tengah pesawat. Di bagian ekor pesawat ada lambang bendera Merah Putih, di samping pesawat ada lambang Burung Garuda, dan di bagian kepala pesawat ada tulisan Republik Indonesia.

Pesawat yang mulai dibuat pada 2011 itu memiliki panjang sayap 30,7 meter dengan tinggi 13,5 meter dan panjang 38 meter. Pesawat tersebut memiliki kecepatan maksimal 871 kilometer per jam, dengan jarak tempuh maksimal 10.334 kilometer. Dengan kapasitas penuh berpenumpang sekitar 50 orang, jarak tempuh terjauhnya turun menjadi 8.630 kilometer.



Pesawat dengan interior mewah itu dilengkapi 2 VVIP ruang rapat, 12 area eksekutif, dan 44 area staf. Konfigurasi interior telah disesuaikan dengan kebutuhan Presiden RI. Pesawat itu dibeli pemerintah RI seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar. (art)

Sumber

Sehebat Apa Pesawat Kepresidenan RI yang Tiba Hari Ini

Pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang dibeli dai Boeing seri 737-800 BBJ II akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Jakarta-Pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang dipesan pemerintah dari Boeing tiba di tanah air hari ini, Kamis 10 April 2014 –enam bulan sebelum pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhyono berakhir. ‘Air Force One’ RI itu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft (BBJ2) tersebut dibeli Indonesia seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar, dengan rincian US$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pemerintah memutuskan untuk membeli pesawat kepresidenan demi efisiensi anggaran, sebab menyewa pesawat dari maskapai Garuda Indonesia ongkosnya lebih mahal. Pembelian pesawat kepresidenan disetujui DPR dan telah dikonsultasikan dengan ahli pesawat.

RI memilih BBJ2 sebagai pesawat kepresidenan karena dua alasan. Pertama, dari segi operasional, para pilot di dalam negeri, termasuk pilot TNI AU, lebih mengenal pesawat jenis Boeing. Kedua, dari segi perawatan, Indonesia lebih siap dan mampu merawat Boeing ketimbang pesawat merek lain. Ini karena Boeing telah banyak digunakan untuk penerbangan VVIP berbagai negara di dunia.

Spesifikasi pesawat kepresidenan RI adalah mampu terbang jauh sekitar 10-12 jam, mampu mendarat di bandara kecil, bisa memuat rombongan presiden hingga 70 orang, memiliki peralatan navigasi, komunikasi, cabin insulation, dan in-flight entertainment khusus.


Dikutip dari Boeing.com, pesawat BBJ2 yang memiliki konfigurasi dan interior mewah didesain untuk keperluan VIP. Di dalamnya ada ruang tidur utama, toilet dilengkapi shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu.

Untuk eksteriornya, BBJ2 memiliki panjang sekitar 39,5 meter dengan panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter dengan diameter 3,37 meter. Sementara untuk interiornya, BBJ2 memiliki panjang 29,97 meter dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter.

Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, BBJ2 dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat terisi jumlah penumpang maksimal, maka jarak tempuhnya 8.630 kilometer. Jarak tempuh itu bisa dilalui dengan kecepatan maksimal 871 kilometer per jam.

Sumber

Dibeli Seharga Rp 840 M, Pesawat RI 1 Diklaim Hemat Anggaran Rp 114 M/Tahun

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews


Pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang dibeli dai Boeing seri 737-800 BBJ II akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Jakarta - Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia sengaja dibeli sebagai program penghematan. Meski harganya mahal, namun bila dibandingkan dengan biaya sewa, ada selisih cukup jauh yang bisa disisihkan untuk kas negara.

"Hadirnya pesawat ini akan lebih mengefektifkan perjalanan dinas presiden, terutama perjalanan yang memerlukan pesawat terbang. Dengan hadir pesawat seperti ada penghematan yang telah kita hitung sebanyak Rp 114,2 miliar/tahun untuk di tahun mendatang," kata Mensesneg Sudi Silalahi.




Hal tersebut dia sampaikan usai memimpin acara serah terima pesawat kepresidenan RI di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2014).

Menurut Sudi, pesawat berjenis Boeing Bus Jet 2 (BBJ2) dibeli dengan anggaran pemerintah seharga Rp 840 miliar. Pembayaran dilakukan sejak empat tahun lalu.

Besarnya anggaran tersebut dikarenakan termasuk biaya fabrikasi interior dan modifikasi keamanan. "Proses pemilihan melalui tender ketat, cermat, dan teliti di mana kita memilih pabrikan Boeing dibanding Airbus. Proses fabrifikasi dan modifikasi pesawat terbang berlangsung selama hampir 5 tahun," tambahnya.



Selama ini, presiden selalu menyewa pesawat Garuda Indonesia ketika bepergian. Khusus untuk SBY, sering menyewa pesawat jenis 737-800 NG untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330.

Sumber

Kenapa Pesawat Kepresidenan RI Berwarna Biru?

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Sejumlah pewarta mengabadikan pesawat kepresidenan Republik Indonesia yang baru di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4/2014). Foto: VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Jakarta - Pesawat Boeing Business Jet-2 milik presiden Indonesia didominasi warna biru yang dibalut dengan garis merah putih. Apa alasan pemerintah memilih desain tersebut?

Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan, warna tersebut bukan ditentukan oleh Presiden SBY namun ada pertimbangan khusus dari desainer.

"Memang kenapa apa ada masalah dengan warna? Lagipula warna ini bukan pilihan Presiden untuk menentukan, kenapa biru, di sini ada desainer juga," kata Sudi usai upacara serah terima pesawat di Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (10/4/2014).




Menurut Sudi, faktor keamanan jadi salah isu yang mendasari pemilihan warna tersebut. "Warna biru di dalam arti security penerbangan. Warna biru bisa berkamuflase sehingga bisa sama dengan warna langit," ungkapnya.

Sejak awal, ada 14 alternatif warna yang diajukan pada pemerintah. Setelah dilakukan polling ke beberapa pejabat terkait, akhirnya dipilihlah desain tersebut.

"Sesuai juga dengan warna seragam milik TNI AU yang warna biru karena nanti pesawat ini akan dioperasikan Angkatan Udara. Saya kira itu ya dan cukup jelas," tegasnya.

Pesawat tersebut kini sudah berada di Halim untuk dites dan dicek kelayakannya. Rencananya, Presiden SBY baru akan menggunakannya dalam waktu dekat.





Penampakan Pesawat Kepresidenan RI

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews



Jakarta - Pesawat kepresidenan milik Indonesia akhirnya tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jaktim. Pesawat itu mendarat dengan mulus di landasan.

Pesawat berjenis Boeing Boeing Business Jet (BBJ)-2 itu landing pukul 10.10 WIB, Kamis (10/4/2014). Warnanya biru dan putih. Bendera merah putih terlihat di bagian ekor pesawat.

Tulisan 'Republik Indonesia' tampak jelas di bodi pesawat. Lalu ada logo Garuda di bagian kepala pesawat, di kiri dan kanan. Gambar bintang yang dikelilingi padi dan kapas di bawah jendela pilot.

Rencananya, acara penyambutan pesawat seharga US$ 91,2 juta itu digelar di Base ops Lanud Halim Perdanakusumah.





Presiden SBY pernah menjelaskan, keinginan penggunaan pesawat Kepresidenan ini sudah lama. Pertimbangannya bila menyewa pesawat Garuda, ongkosnya mahal. Belum lagi penyewaan itu bisa mengganggu jadwal Garuda.

"Untuk kepentingan efisien, jangka menengah dan panjang, agar digunakan setiap saat tanpa ganggu jadwal Garuda, maka adakan pesawat sendiri," kata SBY awal tahun 2012 lalu.

BBJ-2 sempat dikabarkan akan tiba Agustus 2013 lalu. Selama ini pihak kepresidenan menyewa pesawat jenis 737-800 NG untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330.


Sumber

Tradisi Pecah Kendi Sambut Pesawat Kepresidenan RI di Halim

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews

Jakarta - Lama dinanti dan bikin penasaran seperti apa rupanya, akhirnya Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Pesawat Boeing Bussines Jet (BBJ)-2 berlogo Garuda ini langsung disambut tradisi khas pecah kendi.

Indonesian Air Force One
Pantauan detikcom di Halim, Kamis (10/4/2014) pesawat itu mendarat sekitar pukul 10.30 WIB. Pesawat kemudian berjalan pelan di landasan dan berputar balik menuju tenda undangan.

Sejumlah petugas pemadam kebakaran kemudian menyemprotkan air ke pesawat. Efek pelangi muncul di sekitar badan pesawat. Matahari memang bersinar terik siang ini di Halim.

Akhirnya, pesawat berhenti dan parkir di depan mimbar undangan. Tak lama, Mensesneg Sudi Silalahi menyambut pesawat itu dengan memecahkan kendi di roda depan. Tepuk tangan pun membahana dari sejumlah undangan antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menhub EE Mangindaan, dan Kapolri Jenderal Pol Sutarman.





Setelah itu pilot dan co pilot yang menerbangkan pesawat juga disalami Sudi, yang kemudian diajak menengok ruang dalam pesawat. Sekitar 5 menit melihat, Sudi dan sejumlah tamu undangan turun kembali. Mereka kemudian berputar di sekitar pesawat melihat kondisi pesawat spesial itu.

Pesawat ini memiliki dua tenaga jet dan dilengkapi dengan wing air. Teknologi wing air ini menurut seorang penerbang merupakan teknologi baru yang membuat pesawat lebih cepat dan hemat bahan bakar.

Selamat datang Indonesian Air Force One.


Sumber

Spesifikasi Pesawat Kepresidenan RI

Pesawat Kepresidenan RI yang Baru Tiba di Bandara Halim
Jakarta - Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia telah tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Pesawat Boeing Bussines Jet (BBJ)-2 itu dibuat pada 2013.

Berikut spesifikasi pesawat berlogo Garuda seperti yang diterima wartawan pada acara penyambutan pesawat berwarna biru muda dan putih dan seharga US$ 91,2 juta di Base Ops Lanud Halim Perdanakusumah, Kamis (10/4/2014)




Nama Pesawat: Boeing Bussines Jet 2/BBJ 2.

Mesin: 2 Mesin CFM56-7
Sejarah pesawat: pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)

Kemampuan Terbang:
Ketinggian maksimum: 41.000 Feet.
Endurance (Daya Jelajah): 10 Jam.
Kecepatan jelajah maksimum: 0,785 Mach.
Kecepatan maksimum: 0,85 Mach
Jangkauan jelajah maksimum: 4.620 Nm / 8.556 Km

Ukuran pesawat
Rentang sayap : 35,79 Meter
Panjang badan : 38 Meter
Tinggi pesawat : 12,50 Meter

Ukuran lain-lain
Data muat: 4 VVIP Class Meeting Room,
2 VVIP Class (State Room)
12 Executive Area
44 Staff Area


Sumber

Rute Perjalanan Pesawat Kepresidenan RI Sebelum Tiba di Jakarta

Jakarta - Pesawat Boeing Business Jet (BBJ)-2 Kepresidenan Indonesia menempuh rute panjang sebelum tiba di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. 'Si Biru' sempat singgah ke empat wilayah selama empat hari.

(Foto: Detik.com)
Berdasarkan keterangan dari pembawa acara penyambutan di Halim, Kamis (9/4/2014), pesawat seharga US$ 91,2 juta itu terbang dari AS sejak 7 April 2014, dimulai dari Delaware menuju Wellington, lalu dilanjutkan ke Sacramento.

Keesokan harinya, burung besi itu lepas landas ke arah Honolulu. Baru pada tanggal 9 April, pesawat berangkat dari Honolulu ke Guam dan baru terbang menuju Halim hari ini.


"Perjalanan dilakukan selama 4 hari," tutur sang pembawa acara saat upacara serah terima dengan pihak Sekretariat Negara. Hadir Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Kesra Agung Laksono dan Menhan Purnomo Yusgiantoro.

Pesawat itu dipiloti oleh David dan kopilot Jean. Di dalamnya ada juga perwakilan TNI AU yakni Letkol Penerbang Firman Wirayuda, Letkol Penerbang Ali Gusman dan Peltu Suminardi.


Sumber

Pertama Kalinya RI Punya Pesawat Kepresidenan

Jakarta -Indonesia segera memiliki pesawat kepresidenan Boeing untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Hari ini, Kamis (10/4/2014), diadakan seremoni kedatangan pesawat canggih pabrikan Boeing bertipe Business Jet 2.
(Foto: Tribunnews)


Boeing Business Jet 2 atau BBJ 2 ini merupakan pesawat favorit yang biasa dipakai pemimpin negara. Mau tahu berapa harganya?

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) Lambock V Nahattands pada tahun 2012 lalu pernah mengungkapkan, pemerintah telah melunasi pembayaran US$ 58,6 juta sekitar Rp 556,7 miliar kepada Boeing Company, yang seluruhnya diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun dana sebesar itu digelontorkan untuk pembelian green aircraft atau pesawat kosong, yang belum dilengkapi dengan interior dan sistem keamanan. Untuk pengerjaan interior kabin, pemerintah menganggarkan US$ 27 juta atau sekitar Rp 225,6 miliar. Sedangkan untuk sistem keamanan, dihabiskan US$ 4,5 juta atau Rp 42,7 miliar.

Dengan demikian, total biaya yang dikeluarkan untuk membeli pesawat kepresidenan mencapai US$ 91 juta atau kurang lebih Rp 864 miliar.

"Ini sesuai rencana, spesifikasi sesuai kebutuhan. Diaudit. Tidak ada kepentingan pribadi. Kalau jadi 2013, maka saya hanya setahun menggunakannya. Namun ini bisa lebih efisien," ujar Presiden SBY dalam jumpa persnya tahun 2012 di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Pihak Garuda Indonesia pernah menjelaskan, Presiden SBY sebelumnya menyewa pesawat jenis 737-800 NG untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330.



"Nah untuk yang nanti Boeing Business Jet II itu tergantung pemerintah apakah mau menyerahkan ke Garuda Indonesia untuk operasionalnya atau memang ingin mengelola sendiri," jelas sumber di Garuda Indonesia dalam sambungan teleponnya.

Kedatangan pesawat tersebut sudah diakui oleh pihak Boeing. Media Relations Boeing Commercial Airplanes AS Doug Alder ketika dikonfirmasi menyampaikan, pemerintah Indonesia dipastikan telah memesan jenis Boeing Business Jet II.

"Ya, saya bisa pastikan pemerintah Indonesia sudah melakukan order khusus untuk Boeing Business Jet," ungkap Doug kepada detikFinance.

Setelah lama ditunggu-tunggu, pesawat Kepresidenan akhirnya datang. Pesawat ini pun tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.

BBJ-2 sempat dikabarkan akan tiba Agustus 2013 lalu. Selama ini pihak kepresidenan menyewa pesawat jenis 737-800 NG untuk penerbangan domestik. Sedangkan untuk jarak jauh atau internasional menggunakan pesawat pabrikan Airbus jenis A330.


Do the Best

"Perbuatan baik kadang membutuhkan konsekuensi yang cukup besar. Jika Anda memutuskan untuk melakukannya, jangan pernah sesali hal itu di kemudian hari."